<< Halaman 1... 5 6 7 Halaman 8 Halaman 9>>
Koleksi Dokumen Halaman 8
176. Nabi-Nabi Nusantara: Kisah Lia Eden dan Lainnya
Jika Anda penasaran siapa-siapa saja yang mengklaim kenabian di Indonesia setelah merdeka: mulai dari Samin hingga Lia Eden, buku ini adalah tiketnya. Dibedah dengan sudut pandang akademis namun humanis, ia membuka pintu untuk memahami bukan hanya klaim nabi, melainkan keresahan spiritual dalam masyarakat modern.Bacalah buku ini seperti menonton drama sejarah yang tak lazim: penuh inspirasi, kontroversi, dan tentu saja, kisah-kisah manusia yang berusaha mencari suara ilahi dalam konteks keberagaman Nusantara.<<Baca Disini>>
177. Islam dan Akal Sehat
Membaca “Islam dan Akal Sehat” bagaikan berjalan di lorong sejarah agama yang penuh tanda tanya. Penulis membawa kita menyusuri jejak kenabian, membedah teks-teks suci, dan mempertanyakan kebenaran yang selama ini dianggap mutlak. Gaya penulisannya tegas, penuh retorika, dan tak segan menyinggung topik yang kerap dianggap tabu.Buku ini bukan hanya kumpulan argumen, tetapi juga potret pergulatan manusia mencari kebenaran. Anda mungkin akan terkejut, marah, atau justru tercerahkan. Namun yang pasti, buku ini tidak akan membiarkan pembacanya tetap sama setelah menutup halamannya.<<Baca Disini>>
178. Lebih Daripada Pemenang
Membaca Lebih Daripada Pemenang bagaikan mengikuti perjalanan rohani Paulus dari Roma abad pertama ke kehidupan kita hari ini. Kita diajak masuk ke dalam pergulatan iman, belajar dari teladan Abraham, merasakan kuasa Roh Kudus, hingga berani berkata: “Dalam segala perkara, kita lebih dari pemenang oleh Dia yang mengasihi kita.”Buku ini akan menguatkan hati Anda, memberi arah dalam iman, dan membuka mata akan kasih karunia yang sanggup mengubah hidup. Ia bukan hanya tafsiran, tetapi juga sahabat perjalanan iman—menuntun kita menjadi pemenang sejati di tengah dunia yang penuh tantangan.<<Baca Disini>>
179. The Christian Faith in Question and Answer
Membaca The Christian Faith in Question and Answer seperti diajak duduk di sebuah ruang percakapan rohani yang hangat. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin pernah terlintas dalam hati tentang Allah, tentang makna salib, tentang bagaimana kita hidup di dunia dijawab dengan cara yang sederhana namun penuh kedalaman.Buku ini bukan hanya memberi informasi, tetapi juga menuntun hati untuk merenung. Ia bisa menjadi sahabat rohani yang menemani perjalanan iman, baik Anda seorang pemula dalam mengenal Yesus maupun seorang Kristen lama yang ingin kembali menghidupi dasar iman dengan lebih segar dan bermakna.<<Baca Disini>>
180. Pertumbuhan Gereja Adalah Mungkin
Membaca Pertumbuhan Gereja Adalah Mungkin bagaikan menyusuri catatan perjalanan seorang misionaris yang penuh pergumulan, tetapi juga penuh kemenangan. Donald McGavran menulis bukan dari menara gading, melainkan dari ladang misi yang berdebu, di mana Injil diberitakan dan jiwa-jiwa dimenangkan.Buku ini akan menyalakan kembali iman kita bahwa gereja Tuhan, sekecil apa pun, dapat bertumbuh melampaui keterbatasannya. Ia mengajak kita percaya bahwa janji Kristus tentang gereja yang tidak akan dikalahkan maut benar adanya dan kita dipanggil menjadi bagian dari pertumbuhan itu.<<Baca Disini>>
181. Sedjarah Geredja di Indonesia
Membaca Sedjarah Geredja di Indonesia bagaikan membuka album tua berisi potret perjalanan iman bangsa. Dari rempah Maluku hingga hiruk pikuk Batavia, dari desa-desa terpencil hingga gedung-gedung gereja kota, kita melihat bagaimana Injil berakar, bertumbuh, dan bertahan di bumi nusantara.Buku ini bukan hanya catatan sejarah, melainkan kisah tentang ketekunan, keberanian, dan harapan. Ia mengingatkan bahwa gereja yang kita lihat hari ini berdiri di atas darah, air mata, dan doa generasi sebelumnya dan dari sanalah kita dipanggil untuk melanjutkan estafet iman.<<Baca Disini>>
182. Meditasi Yesus: Karena Itu Haruslah Engkau Sempurna
Membaca Meditasi Yesus: Karena Itu Haruslah Engkau Sempurna bagaikan melakukan perjalanan ziarah ke dalam hati. Di tengah dunia yang sibuk dan penuh distraksi, buku ini mengingatkan kita untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mendengarkan suara lembut Tuhan di dalam diri.Melalui kisah, sejarah, dan panduan praktisnya, Agustinus Daniel mengajak kita kembali ke sumber iman: doa batin yang sederhana, namun penuh kuasa. Buku ini adalah undangan untuk menemukan kembali ketenangan, kekuatan, dan kesempurnaan yang dikehendaki Kristus bagi hidup kita.<<Baca Disini>>
183. Gaya Kepemimpinan Yesus
Membaca Gaya Kepemimpinan Yesus seperti duduk bersama seorang mentor bijak yang membuka rahasia kepemimpinan sejati. Ia menunjukkan bahwa di balik kuasa dan pengaruh, seorang pemimpin sejati adalah ia yang berani mengasihi, melayani, dan membentuk orang lain menjadi lebih baik.Buku ini sangat relevan bagi siapa saja, baik yang bergelut di dunia gereja, bisnis, pendidikan, maupun keluarga. Melalui kisah dan prinsip Yesus, kita diajak menyadari bahwa kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan yang meninggalkan dampak kekal.<<Baca Disini>>
184. Riwayat Api Penyucian
Bayangkan Anda sedang duduk di bangku malas, lilin kecil berkedip lembut, dan halaman-halaman buku ini membuka tirai kuno akan tradisi doa dan harapan umat beriman sepanjang abad. Riwayat Api Penyucian bukan sekadar teks teologis ia adalah kisah cinta melampaui kematian, cahaya yang meredup lalu menyala kembali dalam keheningan doa. Di sini, Anda akan menemukan bahwa doa untuk jiwa-jiwa yang telah beristirahat adalah ritual kasih yang penuh makna, dan pemahaman itu dibingkai oleh sejarah Gereja, Kitab Suci, dan suara para Bapa Gereja yang dulu bergumul mencari jawaban.Mari selami buku ini untuk menyelami lebih dalam rahasia iman: bagaimana tradisi doa dan konsili mengukir pemahaman kita tentang penyucian rohani, dan bagaimana spiritualitas sehari-hari kita kelanjutan dari warisan kuno itu menghubungkan kita dengan keabadian.<<Baca Disini>>
185. Hermeneutika, Kunci-kunci untuk Menafsirkan Kitab Suci
Bayangkan Anda membuka sebuah peta rohani, setiap jalan bercabang membawa Anda lebih dekat ke makna yang telah lama tersembunyi dalam teks suci. Hermeneutika, Kunci-kunci untuk Menafsirkan Kitab Suci bukan sekadar buku teks, tetapi teman perjalanan yang membawa Anda melintasi lembah sejarah, budaya, dan hati, hingga Firman Tuhan menjadi lebih hidup dan terang. Dengan bahasa yang bersahabat dan panduan praktis, Dr. Caram membantu Anda membalik tabir simbol dan konteks, sehingga pesan abadi di balik setiap frasa, gambaran, dan tokoh Alkitab terbuka dengan kehangatan yang menyentuh jiwa.Anda akan belajar bahwa penafsiran bukan hanya soal menafsirkan kata-kata, melainkan menerima rahmat, membuka hati, dan membiarkan Firman membawa Anda pada penglihatan baru lebih dalam, lebih dekat, dan lebih hidup.<<Baca Disini>>
186. Terselubung Kejadian: Kekristenan Kontemporer
Langkah demi langkah, Terselubung Kejadian membimbing Anda melewati lorong-lorong sunyi di mana Gereja dan kekuasaan pernah berpadu dan kemudian saling menjauh. Dalam setiap lembar, terungkap bahwa spiritualitas bukan hanya soal doa dan ritual, tetapi juga penyelamatan etis dan solidaritas bersama. Buku ini membuka mata kita pada sisi gereja yang jarang terlihat: bagaimana paguyuban kekristenan menavigasi kompleksitas moral dan politik zaman kontemporer.Jika Anda ingin memahami cerita di balik katekese, perenungan tentang iman yang bukan tergabung dalam wacana semata, tetapi menjadi denyut nadi budaya hidup bersama, buku ini layak menjadi teman setia Anda. Bacalah untuk menemukan bahwa iman bukan hanya soal percaya, tapi juga menanggapi dunia dengan ketulusan, kearifan, dan keberanian mengambil bagian dalam perubahan yang penuh hidup.<<Baca Disini>>
187. Qin: Kaisar Terakota
Bayangkan zaman ketika ratusan kerajaan kecil saling bertarung, rakyat hidup dalam ketidakpastian, lalu hadir seorang pemuda bernama Ying Zheng yang bersumpah menyatukan semuanya. Dari anak sandera yang diragukan asal-usulnya, ia menjelma Qin Shi Huang penguasa mutlak yang mencetak sejarah. Buku Qin: Kaisar Terakota mengajak Anda menyusuri intrik, perang, dan reformasi hukum yang melahirkan Tiongkok pertama kali sebagai sebuah negara besar.Lebih dari sekadar cerita tentang perang dan kejayaan, buku ini membuka mata tentang harga dari sebuah kekuasaan. Tentara Terakota, Tembok Besar, hingga pembakaran buku adalah saksi betapa ambisi bisa membangun sekaligus menghancurkan.<<Baca Disini>>
188. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara
Bayangkan Majapahit yang megah dengan istana dan pasukan lautnya, perlahan goyah oleh konflik internal dan perubahan zaman. Dari reruntuhan kerajaan Hindu-Jawa ini, lahirlah para tokoh baru: Raden Patah, Sunan Ampel, hingga jaringan Walisongo yang membawa Islam ke tanah Jawa. Prof. Slamet Muljana menuliskannya dengan berani, menembus batas mitos, dan menyodorkan fakta-fakta dari arsip yang jarang disentuh sejarawan lain.Buku ini bukan sekadar tentang keruntuhan Majapahit atau berdirinya Demak. Ia adalah kisah transisi besar, tentang bagaimana perdagangan, dakwah, dan komunitas lintas etnis menenun wajah baru Nusantara. Jika Anda ingin memahami sejarah Indonesia yang plural, kaya varian, dan penuh intrik politik-religius, Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara adalah bacaan wajib. Sebuah karya klasik yang masih relevan untuk melihat siapa kita hari ini.<<Baca Disini>>
189. Muslim Tionghoa Cheng Ho: Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara
Bayangkan pelabuhan Nusantara di abad ke-15: kapal raksasa berlayar dari Tiongkok, membawa ribuan awak, hadiah emas, keramik, dan pesan persahabatan. Dari Semarang hingga Maluku, dari Palembang hingga Cirebon, nama Cheng Ho bergema—bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai tamu agung yang menyapa dengan damai. Buku ini menyingkap misteri jejak sang Laksamana Muslim, yang kisahnya tertulis di batu nisan, kelenteng tua, dan tradisi rakyat yang masih hidup.Muslim Tionghoa Cheng Ho: Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara bukan hanya bacaan sejarah, melainkan jendela ke masa lalu di mana perdagangan, diplomasi, dan dakwah bertemu dalam satu pelayaran. Jika Anda ingin tahu bagaimana Islam, Tiongkok, dan Nusantara terjalin sejak awal, buku ini adalah pintu masuk yang penuh warna.<<Baca Disini>>
190. Biografi Daripada Soeharto: Dari Kemusuk Hingga Kudeta Camdessus
Bayangkan seorang anak desa miskin dari Kemusuk, tak mampu membeli sepatu, lalu tumbuh menjadi tentara Belanda, prajurit Jepang, hingga akhirnya memimpin negeri terbesar di Asia Tenggara selama tiga dekade. Buku Biografi Daripada Soeharto karya A. Yogaswara menyingkap perjalanan luar biasa itu, lengkap dengan intrik, misteri, dan kontroversi yang mewarnai tiap langkahnya.Dari serangan umum 1 Maret yang melegenda, Supersemar yang misterius, hingga momen dramatis ketika IMF menekan ekonomi Indonesia dan memicu lengsernya sang jenderal tua—semua diceritakan seperti potongan kisah sejarah yang hidup. Membaca buku ini membuat kita bertanya: bagaimana kekuasaan bisa bertahan begitu lama, dan mengapa akhirnya tumbang begitu cepat?<<Baca Disini>>
191. Bela Islam atau Bela Oligarki: Pertalian Agama, Politik, dan Kapitalisme di Indonesia
Pernahkah kita bertanya, ketika massa berbondong turun ke jalan dengan slogan membela Islam, siapa yang sesungguhnya mendapat keuntungan? Apakah benar umat, atau justru para elite politik dan oligarki ekonomi yang pandai memanfaatkan sentimen keagamaan? Buku ini mengajak kita mengupas tabir hubungan rumit itu dengan cara yang lugas dan bernas.Bela Islam atau Bela Oligarki bukan sekadar bacaan akademik, melainkan refleksi penting bagi siapa pun yang ingin memahami wajah politik Indonesia. Membaca buku ini serasa membuka kacamata baru: bahwa di balik jargon agama, ada tarikan kepentingan ekonomi dan politik yang kerap tak terlihat.<<Baca Disini>>
192. Dinasti Qing: Sejarah Para Kaisar Berkuncir 1616–1850
Bayangkan Tiongkok abad ke-17, sebuah suku pinggiran bernama Manchu bangkit dan merebut takhta kekaisaran, memaksa rakyatnya menguncir rambut sebagai tanda tunduk. Dari situ lahirlah Dinasti Qing, dinasti yang akan memimpin lebih dari dua abad dengan kaisar-kaisar besar seperti Kangxi, Yongzheng, dan Qianlong. Kisah mereka bukan sekadar catatan kronologi, melainkan drama tentang ambisi, intrik, dan perjuangan mempertahankan kejayaan.Dinasti Qing: Sejarah Para Kaisar Berkuncir 1616–1850 karya Michael Wicaksono membawa kita menyusuri lorong istana Beijing, medan perang, hingga ruang-ruang diplomasi yang menentukan nasib bangsa.<<Baca Disini>>
193. Ajaib
Bayangkan jika setiap pagi Anda bangun dengan hati penuh syukur, bukan dengan keluhan. Buku Ajaib karya Rhonda Byrne menuntun kita melewati 28 hari latihan sederhana yang bisa mengubah cara pandang terhadap hidup. Dari menghitung berkat kecil hingga mengucap terima kasih pada uang dan kesehatan, setiap latihan membuka pintu keajaiban baru.Buku ini bukan sekadar motivasi, tetapi panduan praktis untuk melatih pikiran dan hati. Dengan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari, Ajaib membuat kita percaya bahwa syukur bisa menjadi magnet bagi kebahagiaan.<<Baca Disini>>
194. Sang Penyihir dari Portobello
Di jalanan Portobello, London, seorang wanita menari dalam ekstase—mata terpejam, tubuhnya seperti dirasuki energi yang tak kasatmata. Bagi sebagian orang, ia adalah guru penuh cinta. Bagi yang lain, ia hanyalah penyihir berbahaya. Dialah Athena, tokoh utama dalam novel Sang Penyihir dari Portobello karya Paulo Coelho, sosok yang hidupnya diceritakan melalui suara banyak orang yang pernah mengenalnya.Buku ini bukan sekadar kisah fiksi, melainkan perjalanan batin tentang makna kebebasan, cinta, dan spiritualitas yang sering ditutupi dogma. Jika Anda mencari bacaan yang memikat sekaligus menggugah jiwa, Sang Penyihir dari Portobello adalah pintu masuk menuju refleksi mendalam tentang keberanian menjadi diri sendiri.<<Baca Disini>>
195. Sang Pemenang Berdiri Sendirian
Bayangkan Anda berdiri di karpet merah Cannes. Lampu kamera berkilat, gaun mewah berderet, aktor dan aktris berjalan dengan senyum penuh percaya diri. Namun, di balik semua kemegahan itu, ada jiwa-jiwa yang rapuh, ambisi yang saling menginjak, dan cinta yang bisa berubah menjadi obsesi mematikan. Sang Pemenang Berdiri Sendirian mengajak Anda menyingkap sisi gelap dari dunia glamor yang sering hanya kita lihat di layar kaca.Paulo Coelho menulis dengan gaya yang tajam, penuh simbol, dan sekaligus memikat. Novel ini bukan hanya kisah thriller, melainkan juga cermin bagi diri kita sendiri: sejauh mana kita rela mengejar kemenangan, dan apa yang tersisa ketika semua orang pergi?<<Baca Disini>>
196. Bung Karno Menggugat
Bayangkan Anda duduk di sebuah ruang sidang sejarah, di mana Bung Karno kembali hadir untuk menggugat: menggugat kolonialisme yang menindas, intervensi asing yang mencengkeram, hingga mitos-mitos yang menutupi tragedi 1965. Buku ini menghadirkan momen-momen penting yang kerap luput dari buku pelajaran, dengan gaya bertutur yang membuka mata dan hati.Membaca Bung Karno Menggugat bukan sekadar menengok masa lalu. Ini adalah upaya memahami akar persoalan bangsa, agar kita tidak terus terperangkap dalam pengulangan kesalahan yang sama. Buku ini layak dibaca siapa pun yang ingin memahami Indonesia secara lebih utuh – dari proklamasi hingga pergulatan panjang mempertahankan martabat bangsa.<<Baca Disini>>
197. Dialog dengan Jin Muslim
Cobalah bayangkan: di satu sisi Anda masih sibuk memilih ustaz favorit di YouTube, di sisi lain ada jin yang sudah lebih dulu syahadat sejak zaman Nabi. Nah, Dialog dengan Jin Muslim membawa Anda ke dunia absurd itu. Bukan sekadar horor, melainkan talkshow spiritual lintas dimensi.Buku ini akan membuat Anda tertawa, merinding, sekaligus merenung. Karena kalau jin saja bisa jadi muslim yang taat, apa alasan manusia masih malas beribadah? Jadi, bacalah. Kalau perlu sambil secangkir kopi, karena siapa tahu jin di samping Anda juga ingin ikut membaca.<<Baca Disini>>
198. Lumen Gentium
Membaca Lumen Gentium bagaikan membuka jendela baru Gereja Katolik menuju dunia modern. Dari hierarki sampai peran awam, dari panggilan kekudusan hingga devosi kepada Maria, dokumen ini menghadirkan visi Gereja yang lebih inklusif, misioner, dan penuh harapan.Buku ini bukan hanya teks sejarah konsili, melainkan peta jalan iman yang terus relevan hingga kini. Ia menuntun kita menyadari bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa, berjalan bersama sebagai umat Allah di tengah dunia.<<Baca Disini>>
199. Gaudium et Spes
Membaca Gaudium et Spes bagaikan menyaksikan sebuah jembatan besar dibangun antara Gereja dan dunia. Di dalamnya, kita merasakan suara lembut Gereja yang ingin hadir, mendengarkan, sekaligus menuntun manusia modern menuju kebenaran dan damai.Buku ini bukan sekadar dokumen konsili, tetapi semacam manifesto kasih: bahwa Gereja ada untuk dunia, ikut merasakan suka dan dukanya, serta membawa harapan di tengah kerapuhan manusia. Membacanya, kita seperti diajak menatap masa depan dengan iman dan optimisme baru.<<Baca Disini>>
200. Dei Verbum
Membaca Dei Verbum seperti membuka jendela besar ke dunia rohani: kita diajak melihat bagaimana Allah menyingkapkan diri-Nya sepanjang sejarah dan bagaimana Gereja berjuang menjaga warisan iman itu tetap hidup.Lebih dari sekadar dokumen Konsili, Dei Verbum adalah ajakan personal: ambillah Kitab Suci, bacalah, biarkan sabda Allah berbicara, meneguhkan hati, dan mengubah hidup Anda. Inilah warisan iman yang bukan hanya untuk Gereja, tetapi untuk setiap insan pencari kebenaran.<<Baca Disini>>
<< Halaman 1... 5 6 7 Halaman 8 Halaman 9>>























