Dinasti Qing: Sejarah Para Kaisar Berkuncir 1616–1850
Dinasti Qing adalah bab terakhir kejayaan kekaisaran Tiongkok sebelum modernitas mengetuk pintu. Buku ini menyingkap kisah para kaisar berkuncir yang berkuasa hampir tiga abad, dimulai dari fondasi awal Nurhaci di tahun 1616 hingga pergolakan abad ke-19 yang melemahkan dinasti. Michael Wicaksono menulis dengan gaya populer, sehingga pembaca bisa menikmati sejarah bukan hanya sebagai deretan tanggal, melainkan drama penuh ambisi, perang, cinta, dan intrik politik.
![]() |
| Dinasti Qing |
Isi dan Hal-Hal Menarik Tiap Bab
Bab 1 – Dari Jurchen ke Manchu
Mengisahkan asal-usul Dinasti Qing, lahir dari suku Jurchen yang dipimpin Nurhaci. Menariknya, transformasi dari suku “pinggiran” menjadi kekuatan besar dilakukan lewat reformasi militer dan sistem delapan panji.
Bab 2 – Penaklukan dan Konsolidasi
Nurhaci dan penerusnya, Hong Taiji, menaklukkan wilayah luas, termasuk Beijing, lalu meneguhkan Qing sebagai penguasa baru menggantikan Ming. Drama perebutan legitimasi dengan sisa-sisa loyalis Ming membuat bab ini sarat konflik.
Bab 3 – Kaisar-Kaisar Agung
Masa Kangxi, Yongzheng, dan Qianlong menjadi puncak kejayaan Qing. Ekspansi wilayah, stabilitas politik, dan kekayaan budaya mewarnai era ini. Menarik: Qianlong dikenal sebagai kaisar yang “terlalu lama berkuasa” sehingga melihat kejayaan sekaligus awal kemunduran.
Bab 4 – Sistem Kekuasaan Qing
Mengulas birokrasi, adat istiadat, dan simbol politik khas Qing: dari rambut kuncir wajib, pakaian resmi, hingga pengendalian budaya. Di sinilah terlihat bagaimana kekuasaan dikokohkan lewat simbol sehari-hari.
Bab 5 – Tantangan Abad ke-19
Qing menghadapi pemberontakan internal (seperti Laskar Putih dan awal kerusuhan Taiping) serta tekanan asing. Menariknya, Barat masuk bukan hanya lewat meriam, tapi juga perdagangan candu.
Bab 6 – Awal Keruntuhan
Buku menutup kisah pada pertengahan abad ke-19, masa ketika Qing mulai kehilangan wibawa. Puncak kejayaan berangsur runtuh oleh kombinasi kesombongan dalam negeri dan agresi kekuatan asing.
