Tampilkan postingan dengan label Candi Hindu ( Sejarah Hindu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Hindu ( Sejarah Hindu). Tampilkan semua postingan

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu: Menyaksikan Keindahan Matahari Terbenam
 dan Tradisi Bali yang Hidup


Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, bukan hanya terkenal dengan pantainya yang eksotis dan keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat budaya dan spiritualitas yang kaya. Salah satu destinasi yang paling ikonik dan tak boleh dilewatkan di Bali adalah Pura Luhur Uluwatu. Terletak di atas tebing tinggi di ujung selatan Bali, pura ini menawarkan pemandangan luar biasa ke Samudra Hindia dan kedamaian spiritual yang kental, menjadikannya tempat suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu Bali.
Pura Luhur Uluwatu terletak di kawasan Uluwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, sekitar 24 km dari Denpasar. Dibangun di atas tebing setinggi 70 meter yang menjorok ke laut, pura ini menawarkan pemandangan laut yang mempesona, terutama saat matahari terbenam. Keindahan alam yang luar biasa ini menjadikan Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu spot terbaik di Bali untuk menikmati sunset yang spektakuler. Angin laut yang sepoi-sepoi dan suara deburan ombak semakin menambah kedamaian suasana, menjadikannya tempat yang ideal untuk berdoa atau bermeditasi.

Arca Gupala

Situs  Arca Gupolo

Sebelum menuju Candi Ijo atau Candi barong lebih baiknya singgah sebentar ke Situs Arca Gupolo, karena tidak jauh dari Candi tersebut .ada kumpulan arca berukuran besar yang layak kita kunjungi. Situs arca ini terletak di wilayah Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs Arca Gupolo diperkirakan dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Situs Arca Gupolo ini merupakan kumpulan dari 7 buah arca yang merupakan salah satu peninggalan sejarah yang mencerminkan kebudayaan dan arsitektur Hindu-Buddha di Indonesia.

Candi Sojiwan

 Candi Sojiwan

Candi Sojiwan adalah salah satu candi yang terletak di daerah Prambanan, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra(prasati Rukam 829 Saka/907M). Meskipun tidak sepopuler Candi Borobudur atau Candi Prambanan, Candi Sojiwan memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang penting. Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini berada tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan, sekitar 3 kilometer ke arah barat daya. Lokasi Candi Sojiwan yang strategis menjadikannya mudah diakses dan sering menjadi bagian dari kunjungan wisatawan yang ingin menjelajahi situs-situs bersejarah di sekitar Prambanan. Candi Sojiwan terletak di lingkungan yang tenang, dikelilingi oleh pepohonan dan pemandangan alam yang indah, memberikan suasana damai yang mendukung tujuan spiritualnya.

Candi Ijo

Candi Ijo, Candi tertinggi di DIY


Apabila anda menyusuri candi-candi di Prambanan, ada berderet candi-candi peninggalan yang dimulai dari abad ke-9, baik Candi Hindu, Buddha maupun percampuran nya, Candi yang berukuran besar maupun candi kecil. Candi di daerah perbatasan DIY dan Klaten ini contohnya, Candi Prambanan, Candi Plaosan, Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sewu, Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Ratu Boko dan Candi Ijo. Candi Ijo tidak jauh dari Candi Ratu Boko. candi ini berjarak sekitar 4km ke arah tenggara. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 425 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan "Ijo" karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. oleh karena ketinggiannya ini, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati.

Candi Barong

Sunyi di Candi Barong


Satu lagi lokasi candi yang masih berada disputaran daerah Prambanan, Candi Barong tepatnya berada di Dusun Candisari, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Candi barong merupakan salah satu Candi Hindu yang berada di atas bukit Batur Agung yakni sekitar 199,27 meter diatas permukaan laut. Keberadaan Candi Barong diketahui berdasarkan catatan belanda, yang disusun dalam ROD tahun 1915. Dalam catatan Belanda tersebut candi Barong disebut dengan nama “Candi Sari Sorogedug”. Oleh masyarakat setempat Candi Sari Sorogedug lebih lazim disebut Candi Barong. Karena terkait dengan adanya dekorasi Kala yang dalam bahasa jawa yang disebut dengan Barongan. Di sekitar Candi Barong Banyak dijumpai situs-situs candi Hindu maupun Buddha, Seperti Candi Miri, Candi Dawangsari, Arca Ganesha, Situs Ratu Boko, Serta Candi Sumberwatu. Situs Candi Barong dibangun sekitar abad 9-10 Masehi yang kemudian ditemukan kembali pada awal abad 20 Masehi dalam kondisi runtuh oleh seorang Belanda sekitar tahun 1913 pada saat perluasan perkebunan tebu untuk mendukung produksi pabrik gula. Pemugaran Candi Barong dimulai pada tahun 1987. Candi induk Candi Barong selesai dipugar pada tahun 1992 yang kemudian dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar.

Candi Kadisoka

Menggali Misteri di Candi Kadisoka


Siapa yang mengira sebuah candi berada di kelilingi tempat pemancingan dan lahan pertanian. untuk mencari tempat candi ini saja membutuhkan sebuah kejelian. karena hanya petunjuk jalan menuju candi dan menyusuri jalan tanah dan disebelah kanan dan kirinya tempat kolam pemancingan. Candi Kadisoka merupakan Candi yang hanya berupa Kaki Candi. dan di yakini bahwa Candi Kadisoka ini merupakan candi yang berlatar agama Hindu, Meskipun beberapa Candi yang berada di Sekitar Yogyakarta merupakan Candi Buddha. Secara Administrasi candi ini terletak di dusun kadisoka, desa purwomartani, kecamatan kalasan, kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Candi Sambisari

Candi Sambisari, Candi terbenam dari jaman Mataram Kuno


Kawasan Yogyakarta Merupakan surga nya candi-candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Di Kawasan ini candi-candi yang dibangun sebagai tempat pemujaan, tempat peristirahatan maupun sebagai simbol kekuasaan raja yang memerintah. pada mulanya desa Sambisari merupakan sebuah lumbung pertanian, belum pernah ada ditemukan peradaban jaman kerajaan Mataram kuno. saat candi-candi besar nan gagah yang berada di sekitar kaki Gunung Merapi ditemukan dan dilakukan ekskavasi, Candi Sambisari masih tertanam di dalam tanah, Candi yang dulunya gagah ini tertanam disaat pada Masa Gunung Merapi erupsi yang memuntahkan material vulkaniknya ke seluruh penjuru, memporak-porandakan kehidupan dan mengubur Candi-Candi disekitar Merapi, termasuk Candi Sambisari. beratus-ratus tahun lamanya Candi Sambisari terkubur oleh timbunan tanah vulkanik menutup kisah dan sejarah keberadaan candi sambisari ini. hingga pada suatu saat Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari bernama Karyowinangun yang menemukan salah satu bagian candi tersebut. dan pada tahun 1986 dilakukan pemugaran dan ekskavasi oleh Dinas Purbakala. Nama Candi Sambisari ini diambil dari nama dusun Candi tersebut ditemukan.

Candi Songgoriti

Candi Songgoriti, Sisa-sisa Sejarah ditengah Pusat wisata Alam


Candi Songgoriti merupakan sebuah candi yang berada  di Jalan Songgoriti  Desa Songgokerto Kota Batu Malang. Candi ini masih dalam satu perkarangan Hotel dan tempat pemanidan air panas alam. Banyak wisatawan tidak mengetahui keberadaan Candi Songgoriti ini, kebanyakan para pengunjung datang ke desa ini hanya menikmati Kolam Pemandian Air Panas maupun menikmati keindahan alam Kota Batu. keberadaan Candi ini juga dapat dilihat dari minim nya informasi dan masih kurang nya pengetahuan wisatwan, dan terlebih daya tarik dari Candi Songgoriti ini hanya berupa puing-puing yang diyakini yang terlihat saat ini adalah bagian atas dari Candi, sedangkan bagian badan dan alas Candi masih terkubur didalam tanah.

Candi Panataran

Menapaki jejak sejarah di Blitar


Candi Penataran atau Candi Panataran atau nama aslinya adalah Candi Palah adalah sebuah gugusan candi berlatar belakang Hindu yang dari prasasti yang tersimpan di bagian candi diperkirakan candi ini dibangun pada masa Raja Srengga yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa dari Kerajaan Kadiri sekitar tahun1200 Masehi dan berlanjut digunakan sampai masa pemerintahan Wikramawardhana, Raja Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1415. terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, di sebelah utara Blitar, pada ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. menempati lahan seluas 12.946 m2.

Goa Selomangleng

Goa Selomangleng, tempat pertapaan Dewi Kilisuci


Kota Kediri menyuguhkan banyak Tempat wisata yang beraneka ragam. Salah satunya adalah Goa Selomangleng yang terletak di kaki Gunung Klotok, Desa Waung, Kotamadya Kediri, Jawa Timur. Tempat ini berjarak kira-kira 3 Km dari pusat kota. Nama Goa Selomangleng sendiri diambil dari selo yang berarti Batu sedang Mangleng berarti Miring, jadi selomangleng berarti Batu yang miring dari permukaan tanah, karena memang letak dari Goa Selomangleng sendiri yang berada di Kaki Gunung klotok. Menurut sejarahnya Goa Selomangleng adalah tempat bertapanya Dewi Kilisuci. Keunikan dari Goa Selomangleng adalah adanya Bongkahan batu yang seolah berserakan dan diantara batu tersebut ada yang dipahat,dan di bagian luar goa ada berbagai relief yang menghiasi. suasana akan gelap gulita bila pengunjung memasuki area goa dan juga pengunjung akan mencium aroma dupa yang cukup menyengat.

Candi Tegowangi

Candi Tegowangi, reruntuhan Kejayaan Majapahit di Kediri


Di Kabupaten Kediri memiliki dua Candi yaitu Candi Surawana dan candi tegowangi, kedua candi ini hanya merupakan reruntuhan dan tersisa hanya bagian kaki dan sebagian badan.Candi. Sama seperti Candi Surawana yang digunakan sebagai tempat pendharmaan seorang Bhre, atau raja (bangsawan) yang berkuasa di daerah kediri. Setelah halaman sebelumnya membahas tentang candi Surawana (lihat disini) pada kali ini akan dibahas tentang candi Tegowangi.

Candi Surowono

Sisa sejarah kerajaan Majapahit di Candi Surawana


Kediri yang diapit oleh gunung Willis, Kelud, Arjuna dan kawi ini memiliki banyak candi. karena pada umumnya candi-candi peninggalan zaman kerajaan biasanya terletak di kaki gunung yang dianggap oleh masyarakat kerajaan zaman dahulu merupakan tempat bersemayamnya dewa-dewa. tidak jauh dari Gunung Arjuna terdapat beberapa candi penggalan zaman kerajaan dahulu seperti Candi Surawana dan candi tegowangi di kebaupaten Kediri, Candi jawi, Candi Jolotundo dan kompleks Candi trowulan di kabupaten kesemua candi tersebut tidak jauh jaraknya dari kaki Gunung Arjuna maupun Gunung Kawi. pada bagian ini kami akan membahas tentang Candi Surawana. candi ini. Candi Surowono, terletak di desa Canggu, kecamatan Pare, 28 Km dari pusat Kota Kediri. 

Candi Jawi

Candi Jawi, wisata sejarah di kaki gunung Welirang


Dalam Negarakertagama pupuh 56 disebutkan bahwa Candi Jawi didirikan atas perintah raja terakhir Kerajaan Singasari, Kertanegara, untuk tempat beribadah bagi umat beragama Siwa-Buddha. Raja Kartanegara adalah seorang penganut ajaran sinkretisme Siwa-Buddha. Alasan Kertanegara membangun candi Jawi jauh dari pusat kerajaan diduga karena di kawasan ini pengikut ajaran Siwa-Buddha sangat kuat. Rakyat di daerah itu sangat setia. Sekalipun Kertanegara dikenal sebagai raja yang masyhur, ia juga memiliki banyak musuh di dalam negeri. Kidung Panji Wijayakrama, misalnya, menyebutkan terjadinya pemberontakan Kelana Bayangkara. Negarakertagama mencatat adanya pemberontakan Cayaraja.

Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha dari Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan. Candi Jawi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singosari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

Candi Singosari

Candi Singosari, Bukti peradaban kerajaan Singosari



Ken Arok dan Ken Dedes, siapa yang tidak mengenal kisah kedua tokoh ini? pada Zaman dahulu kedua tokoh inilah yang melengkapi kisah berdirinya Kerajaan Singosari. Kerajaan Singhasari atau sering pula ditulis Singasari atau Singosari, adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. banyak peninggalan dari kerajaan singosari seperti Candi dan arca-arca, meskipun belum ditemukan kraton atau bangunan pusat kerajaan Singosari. Candi Singosari terletak di Desa Candi Renggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kurang lebih 9 Km dari kota Malang ke arah Surabaya. Selain nama Singosari maupun Candi Singhasari Candi ini juga dikenal dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara, nama yang menunjukkan bahwa Candi Singosari adalah candi yang tertinggi pada masanya, setidaknya dibandingkan dengan candi lain di sekelilingnya. Akan tetapi, saat ini di kawasan Singosari hanya candi Singosari yang masih tersisa, sedangkan candi lainnya telah lenyap tak berbekas.

Candi Badut

Candi Badut, sisa-sisa dari kejayaan kerajaan Singasari


Candi Badut terletak di dusun Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Candi ini dihubungkan dengan prasati Dinoyo yang berangka tahun 682 Saka atau tahun 760 Masehi. secara ringkas, Prasasti ini menyebutkan bahwa dahulu ada seorang raja yang bijaksana bernama Dewasinga, dibawah naungannya api Putikecwara memancar menerangi sekelilingnya. Dewasinga memiliki anak bernama raja Gajayana. Prasati ini dibuat olehnya untuk Sang Resi Agung (Maharsibhawana) dengan sebutan Walahajiridyah, dan diremsmikannya arca Agastya yang baru terbuat dari batu hitam yang indah, sebagai pengganti dari arca yang lama yang terbuat dari kayu cendana yang sudah lapuk. pada kesempatan ini sang raja meghibahkan tanah, lembu, budak, perlengkapan saji, mengadakan berbagai upacara untuk menghormati sang Resi. pada baris keempat prasati Dinoyo disebut pula bahwa Raja Gajayana membuat bangunan suci yang sangat indah untuk Agastya dengan maksud untuk membinasakan penyakit.

Mitologi Candi Kidal

Mempelajari misteri dari Mitologi Hindu pada Candi Kidal


Dalam Setiap Agama banyak memiliki kisah dan cerita legenda tentang tokoh dalam Agamanya, seperti kisah mitologi dewa-dewa Yunani, kisah Buddha, kisah Mitologi hindu dan lain sebaginya. dalam sebuah candi yang kita temui di daerah jawa banyak terdapat pahatan relief pada tubuh candi yang merupan sebuah dharma, kisah hidup maupun mitologi, contonya kisah perjalanan manusia pada Candi borobudur. kisah dharma pada candi mendut dan kisah mitologi Garudheya pada Candi kidal dan sebagainya.kisah-kisah ini terpahat rapi dan masih dapat dinikmati oleh wisatawan dan sampai sekarang masih eksis dalam sebagai media penyebaran dan pengajaran untuk semua umat.

Candi Kidal

Menyusuri misteri Candi Kidal, peninggalan kerajaan Singasari 


Keberadaan Candi Kidal yang jaraknya tidak begitu jauh dari Candi Jago (lihat disini) ini, belum begitu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun internasional.para wisatwan biasanya lebih mengenla Candi Singasari dari pana Candi yang lainnya (keungkinan pemakaian nama Candi Singasari mempermudah wisatawan mengenal candi dan kerajaan Singasari). kalau diterlusuri sejarahnya, candi Kidal ini merupakan peninggalan Singasari juga yang berada di desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, sekitar 20 mkilometer dari Kota Malang. Menurut sejarawan Candi Kidal ini dapat dikatakan merupakan sebuah candi pemujaan yang paling tua di Jawa Timur.

Candi Tikus

Candi Tikus, Fungsi dan kegunaan yang menjadi misteri


Tidak Jauh dari Candi Bajang Ratu (lihat Disini) ada sebuah candi yang lainnya dengan bentuk yang unik dan dinamakan candi yang unik juga, yaitu Candi Tikus. nama Candi Tikus hanya merupakan sebuah sebutanyang digunakan mas-yarakat sekitar , yang dahulu pada saat ditemukan, tempat candi tersebut ,merupakan sarang tikus. Candi Tikus terletak di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Jawa Timur. Candi ini masih terletak dalam kompleks Trowulan yang berjarak sekitar 600 meter dari Candi Bajang ratu. awalmulanya candi tikus ini ditemukan terkubur dalam tanah.

Candi Bajangratu Trowulan

Candi Bajangratu, peninggalan kerajaan Majapahit


Candi Bajang Ratu atau yang juga disebut Gapura Bajang Ratu, adalah merupakan sebuah struktur bangunan yang berupa Gerbang (pintu masuk) atau Gapura yang cukup besar peninggalan dari jaman kerajaan Majapahit. Candi Bajang Ratu atau Gapura Bajang Ratu ini secara Geografis terletrak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa timur. Gapura yang dipekirakan dibangun pada abad ke-14 ini merupakan salah satu gapura terbesar pada zaman keemasan kerajaan Majapahit.

Candi Promasan

Candi Promasan, sisa sejarah berupa petirtaan kuno


Kaki Gunung Ungaran memiliki banyak tersimpan candi-candi yang selama ini masih terkubur, tinggl puing-puing maupun candi yang sudah berhail ditemukan dan di rekonstruksi. bagi para penduduk jaman kerjaan dahulu, gunung merupakan tempat yang disucikan dan tidak heran kalau di sekitar kaki gunung ini kita menemukan banyak rruntuhan candi, puing-puing maupun candi yang masih utuh. seperti contohnya candi di sekitar Gunung Ungaran adalah, Candi Gedung Songo, Candi Asu Sengi, Candi Argosumo, Candi Promasan, dan beberapa Yoni yang terletak di sekitar Gunung Ungaran. Mungkin tak banyak yang tau tentang Candi Promasan. Candi yang berada di Desa Promasan dan terletak di tengah perkebunan teh Medini, Medannya yang sulit dengan jalan berupa makadam dan menanjak membuat semakin sulit untuk mencapai situs ini. Sepeda motor bisa melewati jalan ini tapi harus ekstra hati-hati dengan keadaan jalannya. Untuk menuju ke Candi Promasan bisa melalui jalur pendakian Gunung Ungaran yaitu jalur mawar dan jalur perkebunan teh medini.