Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Gereja Blenduk

 Gereja Blenduk, Gereja perdana di Semarang


Semarang, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, memiliki banyak bangunan bersejarah yang menggambarkan perjalanan panjang dari masa kolonial hingga masa kini. Salah satu bangunan yang paling menonjol adalah Gereja Blenduk, yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang. Gereja ini merupakan salah satu contoh terbaik dari arsitektur kolonial yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Bagi banyak orang, gereja ini bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga simbol dari keragaman budaya dan sejarah yang hidup di Kota Semarang.

Mbok Turah

 Mbok Turah, Ibu yang tak berkekurangan


Di balik kehidupan masyarakat yang terus berkembang, seringkali tersembunyi jejak-jejak tradisi dan kearifan lokal yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya. Salah satu tempat yang menyimpan nilai sejarah dan spiritualitas yang tinggi adalah Omah Petroek yang terletak di Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta. Di sini, terdapat sebuah figur yang dikenal dengan nama Mbok Turah, yang tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga memiliki hubungan yang erat dengan kepercayaan dan agama masyarakat setempat. Mbok Turah merupakan patung seorang wanita Jawa yang duduk bersimpuh, disebelah kirinya sebuah patung bayi tertidur pulas dalam sebuah palungan, dan disebelah kanannya sebuah patung anak kecil duduk.

Bukit Doa Getsemane

Bukit Doa Getsemane rumah doa segala bangsa


”Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! (mazmur 46:11)

Bagi banyak orang yang menjalani hidup di perkotaan yang menuntut untuk lebih cepat, efisien dan riuh, kadang sangat dibutuhkan suatu "jeda" waktu untuk melihat kedalaman dirinya, merefleksikan tujuan hidup dan apa rencana Allah dalam hidupnya. bahakan terkadang dengan hiruk-pikuk perkotaan yang sangat sibuk kita lupa untuk meberkian jeda waktu itu, kita lupa bahwa ada di satu ayat untuk kita berdiam dan mencari Allah dalam diri kita. carilah Tuhan didalam dirikita, masuklah kedalam kamar mu, kunci pintu mu dan berdoalah kepada Tuhan yang bersembunyi.

Gereja Inkulturasi Pangururan

 Gereja St. Mikael Inkulturasi Budaya Batak di Pangururan


Inkulturasi dalam Gereja Katolik adalah proses penyesuaian ajaran Gereja Katolik dengan kebudayaan lokal, dengan sedemikian rupa sehingga nilai-nilai Injil dapat diungkapkan dengan lebih jelas di dalam unsur-unsur kebudayaan bersangkutan, melainkan juga menjadi kekuatan yang menjiwai, mengarahkan, dan memperbaharui kebudayaan bersangkutan, dan dengan demikian menciptakan suatu kesatuan dan ‘communio’ baru, tidak hanya di dalam kebudayaan tersebut, melainkan juga sebagai unsur yang memperkaya Gereja sejagat. Inkulturasi juga bertujuan agar umat dapat lebih mudah memahami dan berpartisipasi secara aktif dalam ibadah. Sebagai contoh inkulturasi dalam Gereja katolik seperti Arsitektur, Ornamen, Seni, Kitab suci, dll.

St. Benediktus, Teladan Dan Salibnya

St. Benediktus bantulah kami menghalau kuasa gelap


Sejarah

Santo Benediktus dilahirkan pada tahun 480 di Nurcia. Benediktus berasal dari keluarga Italia yang kaya. Hidupnya penuh dengan petualangan dan perbuatan-perbuatan hebat. Semasa kanak-kanak, ia dikirim ke Roma untuk belajar di sekolah rakyat. Tumbuh dewasa sebagai seorang pemuda, Benediktus merasa muak dengan gaya hidup korupsi para kafir di Roma. Benediktus meninggalkan kota Roma dan mencari suatu tempat terasing di mana ia dapat menyendiri bersama Tuhan. Ia menemukan tempat yang tepat, yaitu sebuah gua di gunung Subiako. Benediktus mengasingkan diri selama tiga tahun lamanya. Setan sering kali membujuknya untuk kembali ke rumahnya yang mewah dan kehidupannya yang nyaman di sana. Tetapi, Benediktus berhasil mengatasi godaan-godaan tersebut dengan doa dan mati raga.

Gereja, Kuasa Kegelapan dan Exorsisme Bagian 4

Roman Rituale dan Kasus Exorcism


Rituale Romanum (Roman Ritual) adalah Salah satu buku resmi dari Ritus Gereja Katolik Roma . Rituale Romanum pertama kali diterbitkan pada abad ke-17 di bawah Paus Paulus V dan tetap utuh sampai dua revisi kecil ditambahkan pada tahun 1952. Rituale Romanum adalah satu-satunya ritus eksorsisme resmi disetujui oleh Gereja Katolik Roma, sampai pada keluarnya ritus yang lebih baru yang disahkan tahun 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II, De Exorcismus et supplicationibus quibusdam. Teknik Eksorsisme yang dilakukan memiliki dua tahapan atau bagian. Pertama mengusir setan atau roh jahat dari tubuh yang diduduki dan yang kedua mengirimkan setan kembali ke neraka.

Gereja, Kuasa Kegelapan dan Exorsisme Bagian 3

Exorcism dalam Gereja Katolik


Telah dibahas pada halaman sebelumnya tentang faktor iblis dapat masuk kedalam tubuh, aktivitas iblis dan ciri-ciri orang yang terkena kerasukan (lihat disini). maupun pada halaman sebelumnya yang membahas tentang apa itu iblis, jenis iblis dan awal mula malaikat yang jatuh dan menjadi Iblis (lihat disini) pada bahasan ini akan membahas tentang pengertian eksorsime, apa itu exorcism maupun bagaimana sikap gereja tentang eksorsime, dan siapa saja yang bisa melakukan kegiatan pengusiran setan ini. Setan dan roh-roh jahat memang sungguh dapat merasuki seseorang. Dalam Perjanjian Baru diceritakan beberapa kisah kerasukan setan dan Tuhan kita melakukan eksorsisme atau mengusir setan-setan dan roh-roh jahat tersebut. Sebagai contoh, Yesus mengusir roh-roh jahat (yang menyebut diri sebagai “Legion”) di Gerasa. Orang yang kerasukan roh jahat itu begitu kuat hingga dapat memutuskan rantai yang membelenggunya serta menghancurkannya. Pada akhirnya, roh-roh jahat itu memasuki kawanan babi serta membinasakan mereka (bdk Mrk 5:1-20). Dalam setiap kisah pengusiran setan, kita melihat bahwa Kristus dengan penuh kemenangan menaklukkan iblis dan roh-roh jahat.

Gereja, Kuasa Kegelapan dan Exorcisme Bagian 2

Kerasukan Setan dalam pandangan gereja Katolik


Sangat menyenangkan berbicara mengenai Kristus saja, tetapi hal itu tidak akan selaras dengan segala pengajaran dan karya-Nya, dan kita tidak akan pernah mampu memahami-Nya. Kitab Suci berbicara kepada kita mengenai Kerajaan Allah, namun juga mengenai kerajaan setan; mengenai kuasa Allah, Pencipta dan Tuhan semesta alam, namun juga mengenai kuasa kegelapan; mengenai anak-anak Allah, namun juga anak-anak setan. Mustahil memahami karya keselamatan oleh Kristus jika kita mengabaikan karya kebinasaan oleh setan.

Gereja, Kuasa Kegelapan dan Exorcisme bagian 1

Kuasa kegelapan dalam cengkraman Iblis


Di dalam kehidupan di dunia ini terdiri dari dua sisi yang tanpa kita sadari yaitu adanya kuasa terang dan kuasa kegelapan. dimana kuasa terang itu berasal dari Allah sang pencipta kehidupan dan semesta, sedangkan kuasa kegelapan berasal dari roh jahat (Iblis), yang sejak awal mula terjadi saat para malaikat memberontak kepada Allah dan jatuh dalam kegelapan. para malaikat yang memberontak inilah yang berubah menjadi iblis yang mempengaruhi manusia agar jauh dari Allah. Manusia terkadang harus berjuang menghadapi kuasa kegelapan yang ada diluar yeng hendak masuk kedalam diri mereka.
Kata "Setan" atau dalam bahasa Inggris disebut "devil" berasal dari bahasa Yunani "diablos", yang berarti "penentang atau pelawan". Alkitab menggambarkan setan/iblis dengan sangat serius, dia memang mempunyai kekuatan yang dasyat, dalam Kitab Wahyu menulis simbolisme "binatang yang keluar dari laut" dan sebagainya yang menggambarkan kuasa yang dimilikinya. Namun, setan tidak selalu datang sebagai sosok yang menakutkan, tetapi ia juga datang dengan sosok yangmemikat dalam membujuk. Kitab Kejadian dengan jelas menunjukkan bahwa si ular itu datang dengan sikap yang santun kepada Hawa, bukan dengan cara yang menakutkan, sehingga keduanya terlibat dalam suatu diskusi. dalm perjanjian baru tertulis dengan jelas kisah pertempuran antara Tuhan dan Iblis. misalnya, iblis mencobai Yesus di padang gurun (Mat 4:1-11).

Doa Kepada Salib suci Yesus

Doa Salib suci Kristus salah satu doa wasiat yg menyelamatkan


Doa ini diketemukan ada pada Makam Kristus pada tahun 1505 dan dikirim oleh Santo Bapa kepada Kaisar Karel sewaktu berangkat perang. Juga di Santo Michael di Paris, dimana sekarang masih tertulis dengan huruf emas :

Siapa yang tiap hari membaca doa ini, atau mendengarkan , atau membawanya, ia tidak akan mati mendadak, atau mati tenggelam, atau mati di dalam tangan musuh, atau tertawan di dalam peperangan
Jika seorang ibu mau melahirkan dan membaca doa ini, atau membawanya, akan lekas tertolong dan bayinya akan lekas lahir, kalau bayi yang telah lahir dan doa ini diletakkan disebelah kanannya, maka bayi tersebut akan terhindar dari 82 kecelakaan.
Siapa yang membaca doa ini akan terhindar dari penyakit-penyakit. Kamu melihat di jalanan ada seorang jatuh karena sakit ayan, letakkan doa ini disebelah kanannya, dia akan bangun dan gembira lagi. Siapa yang memberi doa ini kepada salah seorang (satu) keluarga, dia akan Saya beri rahmat – ucap Kristus. Siapa yang menghina, harus bertobat; Percayalah apa yang tertulis, sebab ini adalah sungguh nyata seperti Injil Suci. Jika doa ini ada di rumah, tidak ada kecelakaan petir dan geludug. Siapa yang membaca, mendengarkan, membawa doa ini akan tiga hari sebelum ia meninggal diberi Tuhan tanda, dimana kita dapat tahu “Inilah hari Matiku”

Sakramen Perminyakan

Sakramen Perminyakan pengurapan orang sakit


Apakah Sakramen Pengurapan Orang sakit itu? Sakramen ini adalah salah satu dari 7 sakramen yang umumnya diberikan Gereja kepada orang yang dalam keadaan bahaya kematian atau orang yang dalam kondisi sakit berat/parah. Melalui sakramen ini, Tuhan ingin hadir dekat dengan si sakit, melalui Perantaraan Pelayan Gereja. Tanda lahiriah yang meneguhkan itu diharapkan akan menumbuhkan/menguatkan Iman si sakit. Tanda itu terdiri dari penumpangan tangan (tanda perlindungan, penghiburan dan penguatan) dan pengurapan dengan minyak (tanda kedekatan yang meringankan, Tanda Roh Kudus yang menyerupakan Manusia dengan Kristus[Kristus: yang Terurapi).

Kaplet St.Rafael

Berdoa kepada teladan St.Rafael


St. Rafael adalah salah satu dari tiga malaikat Agung, yaitu para mailakat istimewa yang melayani tahta Allah. dua malaikat Agung lainnya yaitu St.Mikhael, sang panglima bala tentara surgawi dan St. Gabriel, sang pembawa kabar sukacita inkarnasi. nama Rafael berasal dari bahasa ibrani "rapha" (menyembuhkan) dan "El" (Allah). maka nama Rafael bisa berarti: Allah menyembuhkan; penyembuhan Allah atau penyembuh Illahi.

Dalam tradisi iman Katolik, St. Rafael merupakan malaikat penyembuh dan malaikat pelindung serta penuntun perjalanan. Ia juga dipercaya sebagai penolong bagi orang-orang yang mencari pasangan hidup dan penolong dari kekuatan jahat. Semua peranan St. Rafael itu digambarkan secara jelas dalam kitab Tobit. kitab ini merupakan kitab yang menggambarkan kisah angelofani (penampakan malaikat) paling jelas dalam Kitab suci. melalui St. Rafael, Allah akan mengulurkan tangan kepada setiap orang yang berseru kepadaNya, sehingga pada akhirnya orang akan memuji-muji nama Allah (lih. Tob 2:17-22)

Malaikat Agung

Malaikat Agung, belalah aku dari pertempuran melawan setan 


Setelah membahas tentang Malaikat pelindung, pada bagian ini di bahas tentang malaikat pelindung juga tetapi lebih spesifik, yaitu malaikat Agung. pada bahasan sebelumnya Malaikat agung termasuk dalam paduan suara malaikat yang berhubungan langsung dengan masalah-masalah manusia, yang bertugas menyampaikan pesan-pesan Allah yang paling penting kepada umat manusia. malaikat agung juga disebut juga sebagai penghulu atau  pemimpin para malaikat. para malaikat agung ini mempunyai empat tugas yang utama, yaitu :

Malaikat Pelindung

Memohon Bimbingan dari Malaikat Pelindung


Siapa itu Malaikat?

Malaikat adalah mahluk rohani, mereka tidak memiliki tubuh ragawi , tidak memiliki daging atau darah. malaikat tidak dilahirkan, tetapi diciptakan Allah. karena tidak memiliki tubuh, maka mereka tidak menjadi tua dan mati. malaikat memiliki kehendak dan budi. sama seperti kita, para Malikat juga menerima rahmat dan kasih Tuhan. tetapi, karena malaikat tidak mempunyai tubuh ragawi dan tidak tumbuh dan berkembang, tanggapan mereka atas kasih Tuhan juga tidak memerlukan waktu dan refleksi agar dapat tumbuh dan berkembang. bagi mereka, keputusan untuk mengikuti Tuhan dan mentaati-Nya ditetapkan satu kali untuk selamanya.

Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce, Martir Indonesia

Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce, Salah satu  Martir Indonesia


Di Indonesia Pewartaan Injil sudah terjadi dari abad ke-7, yang dimulai oleh para pedagang dan pelaut syria yang menyebarkan karya keselamatan (lihat disini). meskipun kemudian sejarah perkembangan dan pewartaan Injil sempat menghilang dan belum diketahui penyebab pasti tidak berkembangnya Agama Katolik di Indonesia, samapai tiba saat di mulainya jaman Kerajaan Majapahit (lihat disini) dan masuknya Penjajah Portugis maupun belanda ke Indonesia. menurut sejarah, ada beberapa Misionaris Katolik yang datang dari India menyebarkan Injil ke Indonesia salah satunya Dionisius dan Redemptus. Seorang Imam dan Bruder yang sekarang di berikan Gelar Beato.

Doa Kanak-kanak Yesus

Doa Kanak-kanak Yesus
 
(Novena Penuh Kuasa Dalam Keperluan Yang Mendesak)
(Harus didoakan selama sembilan hari berturut-turut)



Yesus, Engkau bersabda,"Mintalah maka kamu akan menerimanya, carilah maka kamu akan menemukan, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu". Dengan perantara bunda Maria, BundaMu yang tersuci, aku mengetuk, aku mencari, aku memohon kabulkanlah doaku (Sebutkan permohonan anda...........)


Yesus, Engkau bersabda,"Semua yang kau mohon atas namaKu Bapa akan mengabulkannya". Dengan perantara Bunda Maria, BundaMu yang tersuci, dengan rendah hati, dengan sangat aku memohon kepada BapaMu demi namaMu kabulkanlah doaku (Sebutkan permohonan anda.................)

Yesus, Engkau bersabda," langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaku tidak akan lenyap". Dengan perantara Bunda Maria, BundaMu yang suci, aku yakin bahwa doaku akan dikabulkan (Sebutkan permohonan anda...............)

Doa Kerahiman Ilahi

Doa Koronka

Doa Koronka (Kerahiman Illahi) berasal dari bahasa Polandia, artinya mahkota kecil atau untaian manik-manik indah yang kita hadiahkan kepada orang yang kita kasihi secara istimewa. Pada tahun 1935, St Faustina mendapat suatu penglihatan akan seorang malaikat yang diutus Tuhan untuk melaksanakan murka Allah atas dunia. St Faustina mulai berdoa mohon belas kasihan Tuhan, namun doanya tanpa kuasa di hadapan murka ilahi. Sekonyong-konyong ia melihat Tritunggal Mahakudus dan merasakan kuasa rahmat Yesus melingkupinya. Pada saat yang sama ia mendapati dirinya memohon dengan sangat belas kasih Tuhan dengan kata-kata yang ia dengar dalam batinnya. Sementara ia terus-menerus memanjatkan doa yang diinspirasikan kepadanya, malaikat pelaksana murka ilahi menjadi tak berdaya dan tak kuasa melaksanakan hukuman yang memang sudah sepantasnya. Keesokan harinya, sementara St Faustina memasuki kapel, lagi ia mendengar suara dalam batinnya, “Setiap kali engkau masuk ke dalam kapel, ucapkanlah segera doa yang kemarin Ku-ajarkan kepadamu.”

Novena Tiga Salam Maria

Doa Novena Tiga Salam Maria


Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria.

Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.

Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.

Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.


Cara memulai doa Novena :

Heningkan Fikiran dan badan minimal 1 menit untuk memusatkan pikiran kepada Bunda Maria.

Lima Belas Doa dan Janji Yesus Kepada St. Brigitta

Lima Belas Doa dan Janji Yesus Kepada St. Brigitta


Lima belas doa ini di sampaikan oleh Yesus kepada St. Brigitta dari Swedia di Gereja St. Paulus, Roma, karena sudah lama St. Brigitta ingin mengetahui, berapa banyak pukulan yang di derita Yesus selama masa sengsara-Nya. Pada suatu hari, Yesus menampakan diri dan berkata:"Aku menerima 5840 pukulan pada tubuh-Ku. Bila kamu ingin menghormatinya, berdoalah 15 kali Bapa Kami dan 15 kali Salam Maria selama satu tahun berturut-turut. Bila tahun itu selesai, kau telah menghormati setiap luka-luka-Ku."
Yesus memberikan janji-janji-Nya bila kita berdoa untuk mengenang sengsara-Nya, yaitu :