“Menyingkap sisi tersembunyi relasi antara Gereja dan kekuasaan dalam Kekristenan kontemporer.”
Bayangkan sebuah tirai tebal yang menyembunyikan kisah tentang perjumpaan antara Gereja dan negara sama seperti perjalanan mistikus yang tak tampak di mata kasat. Inilah yang ditelusuri oleh Antonius Eddy Kristiyanto, OFM: bukan sekadar sejarah, tetapi realitas kehidupan Kekristenan yang berkelindan dengan kekuasaan, moralitas, dan evolusi budaya zaman modern.
![]() |
| Terselubung Kejadian |
Bab 1–2: Pertemuan Awal yang Terselubung
Di pembukaan, Pater Eddy menuntun kita menyusuri jejak ketika Gereja dahulu begitu melekat dengan negara sebuah hubungan yang penuh hikmat tapi juga berevolusi menjadi dominasi politik yang menyusup ke dalam nilai spiritual. Dalam "kesatuan" itu tersimpan gesekan-gesekan yang kemudian menciptakan ketegangan hingga perpisahan penuh perdebatan.
Bab 3–4: Dari Sekular ke Spiritualitas yang Bermakna
Gereja tak lagi hanya institusi moral, melainkan lembaga spiritual yang ditekan, dipetik, dan dikendalikan untuk kepentingan kekuasaan duniawi. Namun sekarang, spiritualitas kekristenan harus menyeimbangkan diri menghindari dominasi otoritarianisme dan membuka diri pada solidaritas kemanusiaan, kelestarian alam, serta keadilan sosial.
Bab 5–6: “Geist”—Nyawa Terselubung dalam Kekristenan Modern
Puncaknya adalah gagasan mendalam bahwa yang benar-benar hidup dalam Gereja kontemporer bukan struktur semata, tetapi “Geist” jiwa, etos, daya hidup, suasana batin yang membentuk cara berpikir umat, spiritualitas, sekaligus transformasi nilai dalam komunitas kekristenan global.
