Bela Islam atau Bela Oligarki: Pertalian Agama, Politik, dan Kapitalisme di Indonesia

Bela Islam atau Bela Oligarki


Agama, politik, dan kapitalisme kerap dianggap berjalan di jalur masing-masing. Namun, buku ini menunjukkan sebaliknya: ketiganya saling bertaut erat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Melalui analisis kritis, Bela Islam atau Bela Oligarki mengungkap bagaimana isu agama tidak jarang dipakai sebagai alat politik dan kendaraan bagi kepentingan ekonomi segelintir elite.

Buku ini disusun oleh beberapa penulis dengan pendekatan akademis sekaligus naratif, sehingga pembaca diajak menelusuri dinamika sosial-politik sejak Orde Baru hingga pasca-Reformasi. Dari gerakan politik Islam, praktik oligarki, hingga munculnya kapitalisme berbaju agama, semua dibedah dengan tajam namun tetap mudah dipahami.

Bela Islam atau Bela Oligarki

Isi dan Hal-hal Menarik Tiap Bab

Bab 1 – Agama dan Politik di Indonesia

Mengulas bagaimana agama menjadi pilar sosial yang sekaligus dimanfaatkan oleh negara dan penguasa. Menariknya, agama diposisikan sebagai “alat legitimasi” sekaligus “senjata oposisi”.

Bab 2 – Oligarki dan Demokrasi

Menjelaskan wajah oligarki Indonesia setelah Reformasi, ketika demokrasi justru menjadi ladang baru bagi praktik politik uang dan bagi-bagi kekuasaan.

Bab 3 – Kapitalisme Berbaju Agama

Mengungkap fenomena ekonomi berbasis agama: mulai dari perbankan syariah, wisata halal, hingga politik identitas. Hal menarik: ada garis tipis antara dakwah murni dan kepentingan kapital.

Bab 4 – Gerakan Islam Politik

Menyoroti aksi-aksi massa berbasis agama, termasuk “politik jalanan” dan bagaimana ormas-ormas Islam memainkan peran dalam isu publik.

Bab 5 – Bela Islam atau Bela Oligarki?

Pertanyaan pamungkas: ketika rakyat berteriak membela agama, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Apakah umat, atau segelintir elite yang pandai bermain narasi?