“Mengungkap asal, makna, dan tradisi Api Penyucian dalam Kitab Suci dan sejarah Gereja.”
Dalam semburat cahaya lilin dan doa yang berkelindan seiring waktu, muncul kisah Api Penyucian bukan sekadar doktrin, tetapi perjalanan spiritual umat yang terus mencari terang kasih Allah. Begitulah atmosfer yang diciptakan Albertus Purnomo, OFM, dalam buku ini, menyajikan kisah perkembangan ajaran Api Penyucian sebagai “iman yang mencari pengertian” fides quaerens intellectum ala Anselmus dari Canterbury.
![]() |
| Riwayat Api Penyucian |
Akar Kitab Suci
Dimulai dari Alkitab mengupas ayat-ayat yang menjadi pijakan teologi tentang keselamatan setelah kematian. Pembaca diajak menyelidik makna bahasa, konteks historis, serta harapan yang tersirat tentang kehidupan abadi dalam Nyala kasih ilahi.
Tradisi Awal Kekristenan & Para Bapa Gereja
Penulis membawa kita menjelajah masa ketika Gereja mula-mula hidup dalam tradisi doa untuk arwah, dengan penekanan pada karya tulis Bapa Gereja seperti Agustinus dan Origenes yang merumuskan pemahaman tentang penyucian jiwa.
Konsili & Pembentukan Doktrin
Masuk ke ruangan konsili besar, buku ini menggambarkan perdebatan theologis yang akhirnya merumuskan doktrin resmi. Di sinilah struktur keimanan tentang Api Penyucian terbentuk dalam kerangka Magisterium Gereja.
Praktik Devosi & Doa
Tidak hanya teologi, buku ini menelusuri tradisi umat: dari doa Rosario bagi arwah hingga misa arwah mengungkap bagaimana praktik di gereja dan doa umat turut membentuk realitas iman sehari-hari .
Makna Spiritualitas Saat Ini
Menutup dengan refleksi kontemporer: apa arti Api Penyucian bagi umat modern? Lima poin pentingnya adalah sebagai pengingat kasih berkelanjutan, stimulasi hidup kudus, penghormatan kepada mereka yang telah berpulang, jiwa yang terhubung meski tak terlihat, dan harapan konvergen agar semua dijiwai oleh kasih ilahi.
