Hermeneutika: Kunci-kunci untuk Menafsirkan Kitab Suci

“Membuka pintu pemahaman Kitab Suci lewat prinsip hermeneutika yang praktis dan mudah diresapi.”


Bayangkan Anda menggenggam sebuah kunci rohani bukan untuk membuka pintu fisik, melainkan membuka makna-makna terdalam dalam Firman Tuhan. Di sinilah Dr. Paul G. Caram memulai perjalanan  dengan hati, bukan hanya pikiran  menyuguhkan hermeneutika sebagai “ilmu menafsirkan” bagi setiap orang percaya, baik sarjana teologi maupun awam yang rindu memahami pesan ilahi yang tersembunyi dalam teks alkitabiah.

Hermeneutika


Bab I – Pendahuluan: Mengapa “Hati” Lebih Penting daripada Teori

Caram membuka dengan pengakuan sederhana namun mendasar: penafsiran sejati lahir dari hati yang murni dan cinta kepada kebenaran, bukan sekadar kecerdasan atau alat analitis. Ia menekankan bahwa motivasi yang keliru atau ingin tampil “pintar” dapat menyimpangkan pemahaman Firman.

Bab II – Prinsip-prinsip Hermeneutika Praktis

Dalam bagian ini, Caram membahas “kunci-kunci” yang sangat konkret untuk menyingkap makna teks Alkitab: Huruf vs kiasan (harafiah atau simbolis), Penafsiran vs aplikasi, Makna alami vs rohani, Pentingnya memahami konteks umum dan spesifik, Siapa audiens asli ayat itu? (Yahudi, non-Yahudi, atau keduanya), Dan Faktor budaya seperti: kalender, musim, geografi, gambaran Timur Tengah, dan lainnya

Bab III – Latar Belakang & Konteks Historis

Dr. Caram mengajak pembaca memahami bahwa angka, warna, nama, dan gambaran dalam Alkitab bukan kebetulan semuanya sarat makna rohani. Ia menjelaskan latar sejarah dan budaya, pentingnya periode penulisan setiap kitab, serta bagaimana tahu konteks dapat menerangi makna ayat misalnya, “hujan awal dan hujan akhir” yang bagai menyimpan rahasia musim di Palestina kuno.

Bab IV – Hermeneutika Sehari-hari

Tidak berhenti di teori, Caram merangkum cara menerapkan prinsip Hermeneutika dalam praktik doa, pengajaran, dan studi rohani: 
1. Memahami teks dengan analogi iman, Alkitab menafsirkan Alkitab
2. Hindari menafsirkan suatu ayat bertentangan dengan ayat lainnya
3. Kesungguhan dalam hati sebagai kunci Roh membimbing ke kebenaran.