Muslim Tionghoa Cheng Ho: Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara


Buku ini menyingkap sosok Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang Muslim Tionghoa dari Dinasti Ming, yang memimpin armada laut terbesar abad ke-15 dalam tujuh kali pelayaran ke Asia dan Afrika. Fokus buku ini adalah perjalanan muhibah Cheng Ho ke Nusantara, termasuk jejaknya di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Maluku, hingga Filipina.

Prof. Kong Yuanzhi menelusuri bukan hanya catatan sejarah resmi Dinasti Ming, tetapi juga tradisi lokal Nusantara mulai dari kelenteng Sam Po Kong di Semarang, makam-makam yang dikaitkan dengan awak armada Cheng Ho, hingga legenda rakyat. Buku ini memperlihatkan Cheng Ho sebagai duta persahabatan, penyebar Islam, dan simbol hubungan multikultural antara Tiongkok dan Nusantara.

Muslim Tionghoa Cheng Ho


Isi & Hal-Hal Menarik Tiap Bab

Bab I – Latar Belakang Kehidupan Cheng Ho

Asal-usul Cheng Ho sebagai anak keluarga Muslim di Yunnan. Menarik: ia dikebiri lalu masuk istana, tapi bangkit menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle.

Bab II – Armada Raksasa Dinasti Ming

Cheng Ho memimpin armada terbesar di dunia: ratusan kapal dan puluhan ribu awak. Poin menarik: teknologi kapal Tiongkok jauh mendahului bangsa Eropa kala itu.

Bab III – Tujuh Pelayaran Besar

Mencatat rute: Asia Tenggara, India, Arab, Afrika. Di Nusantara, Cheng Ho singgah di Palembang, Jawa, Kalimantan, Maluku. pelayaran ini lebih pada diplomasi dan muhibah, bukan kolonialisme.

Bab IV – Cheng Ho di Nusantara

Mengulas jejak di Semarang (Sam Po Kong), Cirebon, Aceh, Palembang, Maluku. Kisah makam-makam awak armada yang masih dihormati. perpaduan budaya Tionghoa, Jawa, dan Islam.

Bab V – Cheng Ho dan Penyebaran Islam

Islamisasi pesisir Jawa erat dengan kedatangan pedagang Muslim Tionghoa. kemungkinan keterkaitan Cheng Ho/Wali Songo dalam dakwah Islam.

Bab VI – Warisan Cheng Ho

Meninggalkan jejak diplomasi damai, perdagangan, serta komunitas Tionghoa Muslim di Nusantara. Cheng Ho dipandang sebagai simbol toleransi dan persahabatan antar bangsa.