Biografi Daripada Soeharto: Dari Kemusuk Hingga Kudeta Camdessus
Buku ini adalah potret panjang perjalanan hidup Soeharto: dari masa kecilnya di desa Kemusuk yang sederhana, perjalanannya sebagai tentara KNIL lalu PETA, kiprahnya di masa revolusi, hingga naik ke tampuk kekuasaan lewat peristiwa G30S/PKI dan Supersemar. Narasi kemudian berlanjut ke era Orde Baru, politik Golkar, pembangunan ekonomi, krisis 1997–1998, hingga kejatuhannya yang dramatis. A. Yogaswara memberi warna dengan membongkar kontroversi mulai dari asal-usul keluarga Soeharto, tudingan keterlibatan di G30S, hingga isu “kudeta Camdessus” yang dikaitkan dengan IMF.
![]() |
| Biografi Daripada Soeharto |
Isi & Hal-hal Menarik Tiap Bab
Bab 1 – “The Old Man Has Resigned”
Mengulas kejatuhan Soeharto pada Mei 1998. Menariknya bagaimana IMF (Camdessus) dikaitkan dengan “kudeta” halus terhadap rezim Orde Baru.
Bab 2 – Asal Usul yang Penuh Misteri
Masa kecil miskin di Kemusuk, bekerja di bank desa, tak mampu beli sepatu. Misteri ibunda dan gosip ayahnya pedagang Tionghoa.
Bab 3 – Mengabdi pada Belanda dan Jepang
Masuk KNIL, lalu PETA saat Jepang berkuasa. Sisi menariknya: Soeharto sempat jadi orang kepercayaan Jepang.
Bab 4 – Awal Masa Revolusi
Aksi gerilya melawan Belanda. Penyerbuan Kotabaru (1945) jadi titik balik karier militernya.
Bab 5 – Peristiwa 3 Juli 1946
Terseret konflik politik antara Syahrir, Soekarno, dan militer. Soeharto dapat julukan “Opsir Koppig” (keras kepala).
Bab 6 – Agresi Militer Belanda I & Renville
Peran Soeharto di garis depan, sekaligus intrik politik yang menjatuhkan Kabinet Amir Syarifuddin.
Bab 7 – Menikah di Suasana Perang
Kisah cintanya dengan Siti Hartinah (Tien), yang kemudian jadi “sumber kekuatan” politik dan finansial Soeharto.
Bab 8 – Pemberontakan Madiun 1948
Soeharto berhadapan dengan Muso dan PKI. Bagian menariknya, bagaimana ia terlibat langsung dalam pembersihan simpatisan komunis.
Bab 9 – Agresi Militer II & Serangan Umum 1 Maret
Soeharto mengklaim sebagai penggagas serangan umum 1 Maret 1949, meski kontroversial.
Bab 10 – Karier Militer Pasca Revolusi
Dari Divisi Diponegoro, bisnis militer, hingga hubungan dengan pengusaha Tionghoa. Menarik: benih hubungan politik-ekonomi yang kelak jadi ciri Orde Baru.
Bab 11 – Naik Daun Lewat G30S
Mengambil alih komando pasca Lubang Buaya. Supersemar 1966 dijadikan legitimasi membubarkan PKI.
Bab 12 – Mengendalikan Politik Lewat Golkar
Golkar dijadikan kendaraan politik Orde Baru. Pegawai negeri, birokrasi, dan organisasi massa diarahkan memilih Golkar.
Bab 13 – Puncak Kekuasaan Orde Baru
Soeharto jadi “Bapak Pembangunan”. Ekonomi tumbuh, tapi KKN merajalela.
Bab 14 – Krisis 1997 & Kejatuhan
Rupiah anjlok, kerusuhan Mei 1998, tekanan IMF. Menarik: simbol “Camdessus bersebelah tangan terlipat” di belakang Soeharto jadi ikon kejatuhan.
