Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara
Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara karya Prof. Dr. Slamet Muljana adalah karya sejarah klasik yang membongkar proses keruntuhan Majapahit dan lahirnya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan Nusantara. Buku ini pertama kali terbit tahun 1968 dan sempat dilarang Orde Baru karena gagasan kontroversialnya: sebagian Walisongo diyakini berasal dari Tionghoa .
Muljana meneliti sumber-sumber seperti Babad Tanah Jawi, Serat Kanda, arsip Sam Po Kong, berita Portugis, hingga catatan Tionghoa. Dari sana ia menyusun narasi runtuhnya Majapahit akibat konflik internal, pergeseran ekonomi-perdagangan, dan Islamisasi pesisir Jawa. Hasilnya: sebuah potret transisi besar yang melahirkan Demak, Pajang, Mataram, hingga jaringan Islam Nusantara.
![]() |
| Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa |
Isi & Hal-Hal Menarik Tiap Bab
Bab 1 – Daftar Urutan Raja-Raja Majapahit
Menyusun silsilah dari awal berdirinya Majapahit, masa Hayam Wuruk, hingga keruntuhannya . Menarik karena menunjukkan kesinambungan dan retakan dalam dinasti, serta siapa saja patih yang berperan.
Bab 2 – Sumber Berita
Mengulas sumber-sumber sejarah: Babad Tanah Jawi, Serat Kanda, naskah Sam Po Kong, berita Tionghoa, Portugis .Unik karena Slamet Muljana berani memasukkan sumber non-ortodoks (arsip kelenteng) yang sering diabaikan sejarawan arus utama.
Bab 3 – Identifikasi Tokoh & Jalannya Sejarah
Mengidentifikasi tokoh penting: Arya Damar, Raden Patah, Raden Kusen, Sunan Ampel, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Putri Campa, hingga Sultan Trenggana . Menarik karena beberapa tokoh dipetakan dengan nama Tionghoa, misalnya Sunan Ampel = Bong Swi Hoo, Sunan Kalijaga = Gan Si Cang .
Bab 4 – Negara Islam di Wilayah Nusantara
Membahas lahirnya kerajaan Islam pertama di Nusantara: Demak, Malaka, hingga jaringan perdagangan abad 15–16 . Poin menarik: perdagangan internasional menjadi urat nadi Islamisasi, bukan hanya dakwah.
Bab 5 – Aliran Agama Islam di Asia Tenggara
Menjelaskan berbagai aliran Islam yang masuk: Syafi’i, Sufi, hingga pengaruh Persia dan India. Menarik karena menegaskan Islam Nusantara lahir sebagai hibrida, bukan salinan murni dari Arab .
