Monumen Bom Bali Legian

 Monumen Bom Bali, Ground Zero-nya Indonesia


Sejarah kelam tragedi Bom Bali I 12 Oktober 2002 silam masih sangat membekas pada masyarakat Bali dimana peristiwa ledakan Bom Bali yang terjadi di sekitar kawasan Legian, Bali telah memporak-porandakan bangunan dan ratusan korban jiwa berjatuhan. Membuat Pemerintah Bali untuk membangun sebuah monumen peringatan yang bernama Monumen Panca Benua atau lebih terkenal dengan nama Monumen 'Ground Zero' Bali. Panca Benua atau Ground Zero atau Tugu Peringatan Bom Bali I berdiri tegak di sebuah sudut di Jalan Legian, Kuta, Bali. Bentuk paling menonjol dari monumen itu adalah kayonan -yang berbentuk seperti gunungan yang menyerupai daun putih kayu besar yang menjadi simbol alam semesta dan isinya.

Gua Maria Cokro Grabag

Gua Maria Cokro Grabag


Keberadaan Gua Maria sudah melekat dengan umat Katolik. di dalam tradisi Katolik, Gua Maria merupakan tempat pengeloaan batin, spiritual, tempat ziarah dan devosi. Sebuah lokasi bisa ditetapkan sebagai Gua Maria karena pertimbangan penampakan supranatural penglihatan dengan Bunda Maria ataupun faktor sejarah tempat devosi dan ziarah umat Katolik. tidak jauh dari Gua Maria Kerep Ambarawa, tepatnya di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang ada sebuah Gua Maria yang menurut sejarah pembangunannya tak lepas dari peristiwa yang dialami oleh warga sekitar. Gua Maria Cokro atau juga disebut Gua Maria Grabag merupakan bagian dari lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi yang satu kompleks dengan Kapel Santo Yusup dan SMP Pendowo. Lokasinya di Jalan Raya Cokro, Dusun Puntingan, Kelurahan Grabag, Kecamatan Grabag, sekitar 5 kilometer dari jalan nasional antara Magelang - Semarang.

Hutan Pinus Kragilan

 Hutan Pinus Top Selfie Kragilan


Hutan pinus merupakan kumpulan dari pohon pinus yang berdiri dan tumbuh di atas permukaan tanah. Hutan Pinus memiliki fungsi yang beragam selain Pohin Pinus sebagai perabotan rumah tangga dan getahnya pun dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Kabupaten Magelang juga mempunyai destinasi wisata hutan pinus. Hutan pinus yang ada di Magelang adalah Hutan Pinus Kragilan berlokasi di Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kabupaten Magelang biasanya identik dengan objek wisata sejarah, budaya, dalam bentuk candi-candi, petilasan, serta situs-situs bersejarah yang tersebar di berbagai sudut wilayah. Dengan adanya objek wisata  Hutan Pinus Kragilan mendapat perhatian tersendiri bagi para pengunjungnya sekaligus menjadi destinasi pelengkap maupun destinasi alternatif wisata alam di Magelang.

Candi Kalasan

Candi Kalasan 


Di Antara Provinsi Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah terutama di daerah perbatasan Sleman dan Klaten tersebar banyak candi-candi peninggalan dari jaman kerajaan nusantara. seperti yang kami ulas dalam halaman blog sebelumnya ada Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Sari, Candi Kalasan dan beberapa Candi maupun peninggalan sejarah lainnya. Pada masa Jaman kerajaan pada umumnya seorang raja membangun sebuah candi untuk beberapa tujuan, antara lain sebagai pusat kerjaan, tempat ibadah, tempat kegiatan belajar dan penyebaran agama atau pun sebagai tempat tinggal bagi para biarawan. Fungsi Candi Kalasan berdasarkan prasasti Kalasan bertarikh 777 Saka atau 778 Masehi yang ditemukan tidak jauh dari candi ini menyebutkan tentang pendirian bangunan suci untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tarabhawana dan sebuah vihara untuk para pendeta.

Touring ke Bali

Petualangan Tanpa Henti: Dari Ijen ke Bali, Cerita Kita


Setelah petualangan yang mengesankan di Baluran (lihat disini) dan di Blue Fire Gunung ijen (lihat disini), kami tiba di rumah singgah dengan kelelahan yang tersisa. Topan dan Dika, yang sempat terjatuh dari motor dan masih merasakan sedikit sakit, langsung memutuskan untuk balas dendam dengan tidur semalaman. Tidak ada yang bisa menghalangi mereka untuk tidur pulas—bagaimanapun, besok adalah hari baru dan kami sudah merencanakan untuk menyebrang ke Pulau Bali. Sementara itu, kami yang masih terjaga sibuk merencanakan perjalanan hari berikutnya.

“Eh, besok kita harus bangun jam berapa?” tanya Ardi sambil menyiapkan perlengkapan motor.
“Jangan khawatir, jam 5 pagi udah harus siap berangkat,” jawabku, memandangi jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.
“Serius nih? Bentar lagi aku jatuh tidur juga,” sahut Dika, sambil menguap lebar.
Kami semua tertawa, mengetahui bahwa kami semua sudah sangat lelah setelah perjalanan panjang sebelumnya.

TN Baluran

Perjalanan Seru di Baluran: Dari Padang Savana hingga Sunset Pantai Bama


Setelah menyelesaikan pendakian di Gunung Ijen, aku, Dika, Topan, Ardi, dan Rio—merasa lelah tapi puas. Keindahan kawah biru dan api belerang yang menggelegak di Ijen benar-benar membuat kami terkesan (cerita sebelumnya dapat dilihat disini). Namun, seperti biasa, rasa lelah kami tidak berlangsung lama. Kami tahu petualangan kami belum selesai. Masih ada banyak tempat menakjubkan yang harus kami jelajahi. Jadi, setelah beristirahat sejenak dan merawat luka kecil yang dialami Topan dan Dika karena terjatuh dari motor tadi pagi, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Sekitar pukul 14:00, kami mulai melaju menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo, tujuan berikutnya yang sudah lama kami impikan untuk dikunjungi. Kami masih cukup energik, meskipun beberapa dari kami mulai merasakan kelelahan setelah pendakian. Perjalanan dari Ijen menuju Baluran memang memakan waktu beberapa jam, tetapi perjalanan ini justru memberikan kesempatan untuk menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

Gereja Inkulturasi Pangururan

 Gereja St. Mikael Inkulturasi Budaya Batak di Pangururan


Inkulturasi dalam Gereja Katolik adalah proses penyesuaian ajaran Gereja Katolik dengan kebudayaan lokal, dengan sedemikian rupa sehingga nilai-nilai Injil dapat diungkapkan dengan lebih jelas di dalam unsur-unsur kebudayaan bersangkutan, melainkan juga menjadi kekuatan yang menjiwai, mengarahkan, dan memperbaharui kebudayaan bersangkutan, dan dengan demikian menciptakan suatu kesatuan dan ‘communio’ baru, tidak hanya di dalam kebudayaan tersebut, melainkan juga sebagai unsur yang memperkaya Gereja sejagat. Inkulturasi juga bertujuan agar umat dapat lebih mudah memahami dan berpartisipasi secara aktif dalam ibadah. Sebagai contoh inkulturasi dalam Gereja katolik seperti Arsitektur, Ornamen, Seni, Kitab suci, dll.