Sang Putra dan Sang Bulan

Sang Putra dan Sang Bulan


Buku ini berangkat dari sebuah ide besar: membandingkan dua agama samawi terbesar Kristen dan Islam lalu menimbang, menelisik, bahkan menantang perbedaan dan persamaannya. Curt Fletemier dan Yusuf Lifire mengajak pembaca menelusuri sejarah, kitab suci, hingga tafsir keagamaan yang kerap jadi titik sengketa.

Dengan gaya semi-polemik, buku ini seperti membuka ruang debat panjang: apakah Yesus dan Isa sama? Bagaimana Alkitab dan Al-Qur’an memandang cinta kasih, perang, wanita, bahkan surga? Hingga pada akhirnya, buku ini berusaha menempatkan “Sang Putra” (Yesus Kristus) berhadapan dengan “Sang Bulan” (Islam sebagai agama yang memakai simbol bulan sabit).

Sang Putra dan Sang Bulan


Isi dan Hal-hal Menarik Tiap Bab

Pasal 1 – Alkitab dan Al-Qur’an

Mengulas kisah Ishak dan Ismael, posisi Abraham sebagai bapak leluhur, serta benturan tafsir antara Alkitab dan Al-Qur’an. Bagian ini juga menyoroti perbedaan pandangan soal cinta kasih, wanita, perkawinan, perceraian, hingga perang dan surga.

Pasal 2–6 – Naskah Injil dan Pembentukan Perjanjian Baru

Menjelaskan manuskrip kuno, keandalan teks, sejarah arkeologi, dan proses kanonisasi Alkitab. Intinya: penulis ingin menegaskan keabsahan Alkitab sebagai kitab yang konsisten sejak awal.

Pasal 7 – Sang Putra

Menekankan peran Yesus: penggenapan nubuat, pernyataan diri-Nya sebagai Allah, kematian, kebangkitan, hingga kubur yang kosong.

Pasal 8 – Para Rasul sebagai Saksi

Menunjukkan bagaimana Petrus dan Paulus mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sekaligus menegaskan keotentikan empat Injil.

Pasal 9–10 – Tuhan yang Ajaib, Iman dan Ilmu Pengetahuan

Membandingkan penciptaan dalam Alkitab dengan sains, lalu mengkritisi Al-Qur’an dari sisi sains dan sejarah.

Pasal 11–12 – Mengagumi Islam dan Konsep Allah

Bab menarik karena di satu sisi mengapresiasi, di sisi lain mempertanyakan apakah “Allah” dalam Al-Qur’an sama dengan Allah dalam Alkitab. Termasuk bahasan simbol bulan sabit dan akar penyembahan dewa bulan.

Pasal 13–15 – Kritik terhadap Al-Qur’an dan Muhammad

Mengangkat isu kontradiksi teks, perbedaan naskah, hingga menyoal kehidupan pribadi Nabi Muhammad, peperangan, dan karakternya.

Pasal 16 – Kekaisaran Agama

Menyentil dosa-dosa orang Kristen, perang Salib, hingga serangan Islam ke Eropa. Bagian ini menutup dengan klaim: Yesus akan segera datang.