Misteri Sumber Penulisan Al-Qur’an: Membongkar Jejak Teks Kuno
Buku ini bukan sekadar bacaan keagamaan, tetapi sebuah eksperimen sejarah dan filologi. Zakaria Boutros mengajak pembaca untuk menelusuri pertanyaan klasik: dari mana teks Al-Qur’an berasal, dan bagaimana proses penyusunannya? Lewat gaya argumentatif, ia mencoba menghubungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan kisah-kisah yang telah dikenal sebelumnya dalam tradisi Yahudi, Injil apokrif, maupun legenda Arab kuno.
Bagi sebagian orang, buku ini bisa mengejutkan. Namun di sisi lain, ia menawarkan satu hal yang jarang disentuh: membaca Al-Qur’an bukan hanya sebagai teks sakral, tetapi juga sebagai dokumen sejarah yang pernah hidup dalam konteks sosial, budaya, dan religius tertentu.
![]() |
| Misteri Sumber Penulisan Al-Qur’an |
Isi dan Poin-Poin Menarik
1. Latar Sejarah Arabia Pra-Islam
Buku ini membuka dengan gambaran Jazirah Arab abad ke-6: percampuran suku, keyakinan pagan, Yahudi, dan Kristen Nestorian. Dari sinilah penulis melihat akar pengaruh awal pada ajaran Islam.
2. Kisah-kisah Yahudi dan Apokrif
Zakaria menyoroti kemiripan antara kisah-kisah Qur’ani seperti Adam, Musa, dan Isa dengan literatur Yahudi rabinik serta Injil non-kanonik. Ia bertanya: apakah ada “pinjaman teks” di sana?
3. Tradisi Kristen Timur
Sebagai pendeta Koptik, penulis menyinggung tradisi liturgi, doa, dan doktrin Kristen Timur yang menurutnya punya jejak pada beberapa bagian Al-Qur’an.
4. Aspek Bahasa dan Sastra Arab
Bahasa Arab pra-Islam dengan syair-syairnya dianggap sebagai ladang subur bagi lahirnya gaya retoris Al-Qur’an. Penulis menyoroti kesamaan pola, perumpamaan, dan ungkapan.
5. Kritik atas Otoritas Teks
Bab-bab akhir mengangkat pertanyaan tentang kodifikasi mushaf, varian bacaan, dan proses pengumpulan teks. Menurut penulis, sejarah penyusunan Qur’an lebih kompleks daripada sekadar wahyu yang langsung jadi kitab.
