Mengapa Kami Meninggalkan Islam (Why We Left Islam)

Mengapa Kami Meninggalkan Islam: Suara-suara dari Balik Bayangan


Bayangkan sebuah buku yang berisi jeritan dan kesaksian pribadi orang-orang yang meninggalkan Islam bukan teori akademik, melainkan kisah nyata penuh resiko, bahkan ancaman hidup. Itulah yang ditawarkan Mengapa Kami Meninggalkan Islam, sebuah kompilasi testimoni mantan Muslim dari berbagai negara yang pernah hidup dalam sistem dan budaya Islam. Buku ini ditulis dengan nada emosional, politis, sekaligus personal, memperlihatkan sisi yang jarang terdengar dari dalam komunitas Islam itu sendiri.
Why We Left Islam

Isi dan Hal-hal Menarik Tiap Bab

Pendahuluan 
Menggambarkan konteks pasca-11 September 2001, bagaimana dunia Barat mulai mempertanyakan wajah Islam, dan bagaimana suara-suara mantan Muslim hampir tak terdengar.

Pasal 1: Kakakku
Kisah tragis Dr. Homa Darabi dari Iran yang membakar dirinya sebagai protes atas penindasan perempuan di bawah rezim Islam. Bab ini membuka buku dengan drama kemanusiaan yang menyayat hati.

Pasal 2–5\
Berisi refleksi pribadi: “Mengapa Saya Meninggalkan Islam?”, “Penebusan”, “Wajah Islam yang Sebenarnya”, hingga perjalanan menuju pencerahan. Tiap bab menekankan pengalaman batin penuh konflik antara iman, tradisi, dan kebebasan berpikir.

Pasal 6–11
Kisah cinta, kebanggaan identitas baru, dan realitas pahit perempuan Saudi yang menghadapi represi, kebohongan, dan kontrol sosial yang mencekik.

Pasal 12–15
Catatan tentang kesadaran diri, stigma, hingga penganiayaan yang dialami mereka yang berani meninggalkan Islam.

Pasal 16–23
Surat untuk intelijen Barat, ajakan bersatu, kisah melarikan diri dari Turki, hingga kritik terhadap konsep Islam sejati. Bagian akhir ini lebih bernuansa politis, mengajak pembaca merenungkan dampak global ideologi Islam terhadap kebebasan dunia.