Marxisme dan Evolusi Manusia – Menyibak Asal-Usul Manusia lewat Kacamata Materialisme Historis
Bagaimana manusia berevolusi dari makhluk purba hingga membangun peradaban kompleks? Apakah kesadaran, budaya, dan sistem sosial lahir begitu saja, atau ada hukum material yang menggerakkannya? Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab oleh Dede Mulyanto dalam bukunya Marxisme dan Evolusi Manusia.
Buku ini bukan sekadar membicarakan Darwin dan biologi evolusi, tapi juga bagaimana teori Marx dan Engels memberi kerangka untuk memahami perkembangan manusia: dari kerja, alat produksi, hingga lahirnya masyarakat kelas. Dengan bahasa lugas, Dede Mulyanto menghubungkan antropologi, arkeologi, sejarah, hingga filsafat—menjadikan topik serius ini renyah dibaca.
![]() |
| Marxisme dan Evolusi Manusia |
Isi & Poin-Poin Penting Tiap Bab
1. Pendahuluan: Evolusi dan Pandangan Dunia
Penulis mengawali dengan membandingkan pandangan ilmiah tentang evolusi dengan tafsir religius dan spekulatif. Evolusi dilihat bukan sekadar biologi, tapi juga sosial.
2. Darwin, Engels, dan Evolusi Sosial
Membahas Darwin dengan teori seleksi alam, lalu Engels yang menambahkan dimensi kerja: tangan manusia, kemampuan membuat alat, dan kerja kolektif sebagai pendorong utama peradaban.
3. Asal-Usul Manusia dan Kerja
Kerja adalah kunci: melalui kerja, manusia mengubah alam sekaligus dirinya. Bab ini menyoroti bagaimana aktivitas produksi mengubah struktur tubuh, otak, dan kesadaran manusia.
4. Bahasa, Kesadaran, dan Masyarakat
Bahasa lahir dari kebutuhan kerja kolektif. Dari bahasa muncullah kesadaran sosial, yang kemudian berkembang menjadi moral, hukum, hingga agama.
5. Masyarakat Kelas dan Pertarungan Sejarah
Perkembangan alat produksi melahirkan kepemilikan pribadi, lalu masyarakat kelas. Dari komunisme primitif menuju perbudakan, feodalisme, kapitalisme, hingga sosialisme—seluruhnya dipahami lewat hukum materialisme historis.
6. Refleksi: Evolusi Manusia di Masa Depan
Buku ditutup dengan pertanyaan besar: apakah evolusi sosial manusia akan berhenti di kapitalisme, atau bergerak menuju masyarakat tanpa kelas?
