Islam sebagai Antitesis Agama

Islam sebagai Antitesis Agama


Buku ini ditulis oleh Eens, seorang insinyur yang mencoba masuk ke wilayah yang biasanya digeluti teolog: menelaah asal-usul agama-agama dunia dan menempatkan Islam di dalamnya. Namun, alih-alih memandang Islam sebagai salah satu jalan kebenaran, penulis justru menyebutnya sebagai “antitesis agama universal”—yakni kebalikan dari ajaran yang diyakini membawa keselamatan.

Struktur buku dibagi menjadi tiga bagian utama: perjalanan teologis dari kisah malaikat jatuh, pembahasan kitab-kitab suci, hingga peradaban yang dibangun masing-masing agama.

Islam sebagai Antitesis Agama


Isi dan Hal-Hal Menarik Tiap Bab

Bab 1 – Penipu dan Pemberontak

Penulis memulai dengan kisah Lucifer dalam tradisi Kristen: malaikat yang jatuh dan menjadi lawan Tuhan. Dari sana, ia menghubungkannya dengan munculnya ajaran-ajaran yang menolak ketuhanan Yesus, yang menurutnya berpuncak pada Islam.

Bab 2 – Sabda-Sabda Tuhan

Di bagian ini, penulis membandingkan kitab-kitab besar dunia: Veda, Tripitaka, Taurat, Alkitab, dan Al-Qur’an. Ia menekankan proses panjang Alkitab yang lahir dalam rentang ribuan tahun, berbeda dengan Al-Qur’an yang menurutnya lebih merupakan kompilasi singkat dari kisah-kisah yang sudah dikenal sebelumnya.

Bab 3 – Visi Peradaban

Bab terakhir membahas peradaban yang dibangun agama. Menurut penulis, agama universal seharusnya menawarkan visi global. Ia menyoroti Katolik dengan identitas peradaban rohaninya, dan melihat Islam cenderung menawarkan model politik dan hukum (Darul Islam).