Iblis Menggugat Tuhan

Iblis Menggugat Tuhan – Daud Ibn Ibrahim Al Shawni


Ada pertanyaan yang sering muncul dalam sejarah pemikiran manusia: kalau Tuhan itu Mahabaik dan Mahakuasa, mengapa ada kejahatan di dunia? Iblis Menggugat Tuhan menghadirkan eksplorasi berani terhadap pertanyaan itu, melalui kisah metaforis tentang Iblis yang berani “menggugat” Sang Pencipta.

Daud Ibn Ibrahim Al Shawni menulis dengan gaya filsafat religius, penuh renungan tasawuf, sekaligus provokatif. Buku ini tidak dimaksudkan untuk melawan keyakinan, melainkan mengajak pembaca menembus batas pikiran, menyelami dilema teologis dan moral yang sering dihindari.

Iblis Menggugat Tuhan

Isi dan Hal-Hal Menarik Tiap Bab

Bab 1 – Penciptaan dan Kesombongan

Iblis digambarkan sebagai makhluk yang menolak sujud kepada Adam. Dari sinilah ia “menggugat” Tuhan: mengapa ia harus tunduk pada makhluk yang dianggap lebih rendah?

Bab 2 – Pertanyaan tentang Keadilan Ilahi

Iblis mempersoalkan konsep takdir. Jika semua kehendak ada di tangan Tuhan, bukankah penolakannya juga bagian dari kehendak Tuhan? Bab ini membuat pembaca merenungkan batas antara kehendak bebas dan qada-qadar.

Bab 3 – Kejahatan dan Kebebasan Manusia

Al Shawni membedah dilema klasik: kejahatan di dunia terjadi karena pilihan manusia atau karena izin Tuhan? Bab ini kaya dengan perbandingan argumen dari filsafat Islam dan teologi klasik.

Bab 4 – Iblis sebagai Cermin Manusia

Iblis tidak hanya musuh eksternal, tetapi juga refleksi kesombongan, ambisi, dan ego manusia. Pembaca diajak melihat sisi “iblis kecil” yang hidup dalam hati masing-masing.

Bab 5 – Rahasia Ujian Kehidupan

Kehadiran kejahatan dijelaskan sebagai bagian dari “drama kosmik”, ujian bagi manusia untuk menentukan jalannya: tunduk kepada kebaikan atau jatuh bersama kesombongan.

Bab 6 – Akhir Gugatan

Dialog ditutup dengan pemahaman bahwa meski Iblis “menggugat”, gugatan itu justru membuka jalan bagi manusia untuk lebih mengenal hakikat Tuhan, kebebasan, dan arti kebaikan sejati.