Iblis dan Miss Prym – Paulo Coelho
Apakah manusia pada dasarnya baik atau jahat? Pertanyaan klasik ini menjadi inti novel Iblis dan Miss Prym karya Paulo Coelho. Cerita dibangun di sebuah desa kecil yang tenang bernama Viscos, tempat kehidupan sehari-hari berlangsung datar dan membosankan sampai seorang pendatang misterius datang membawa godaan yang bisa mengguncang moral seluruh warga.
Coelho, seperti biasa, tidak menulis sekadar kisah fiksi. Ia mengangkat drama ini sebagai perumpamaan tentang hati manusia, tentang pilihan-pilihan yang selalu berdiri di antara terang dan gelap. Membacanya serasa berada di persimpangan jalan moral, ikut menimbang: apakah manusia akan memilih kebaikan, atau tergoda oleh bayangan iblis yang menjanjikan jalan pintas?
![]() |
| Iblis dan Miss Prym |
Isi dan Hal-Hal Menarik Tiap Bab
Bab Awal – Kedatangan Orang Asing
Seorang pria misterius datang ke Viscos, membawa emas batangan. Ia ingin melakukan eksperimen moral: apakah manusia bisa memilih kejahatan demi keuntungan? Ia menemui Miss Prym, seorang perempuan muda penjaga hotel yang jadi “saksi” sekaligus ujung tombak godaan ini.
Bab Pertengahan – Tawar-Menawar Moralitas
Sang pendatang menawarkan kesepakatan: jika warga desa rela membunuh satu orang tak bersalah, mereka akan mendapat kekayaan emas yang cukup untuk mengubah hidup seluruh desa. Di sinilah konflik utama berkembang—antara keserakahan, rasa takut, dan nurani.
Bab Miss Prym – Suara Hati yang Terbelah
Miss Prym terjebak di antara dua pilihan: menyampaikan godaan itu kepada warga atau menolaknya. Pergulatannya mencerminkan dilema manusia sehari-hari—apakah berani menolak jalan pintas demi mempertahankan prinsip?
Bab-Bab Viscos – Godaan Kolektif
Warga desa yang awalnya terkejut, perlahan mulai tergoda. Ada yang beralasan “ini demi masa depan bersama,” ada pula yang menolak keras. Coelho menyoroti betapa tipisnya batas antara kebaikan dan kejahatan saat kepentingan bersama dipertaruhkan.
Bab Klimaks – Keputusan Hidup dan Mati
Ketegangan mencapai puncak: apakah mereka benar-benar akan membunuh? Bab ini menyingkap wajah asli manusia saat berhadapan dengan godaan besar.
Bab Akhir – Kemenangan atau Kekalahan?
Novel ditutup dengan refleksi: kebaikan dan kejahatan sama-sama hidup dalam diri manusia. Yang menentukan bukan keadaan, tapi keberanian untuk memilih.
