Ensiklopedi Kerajaan-Kerajaan Nusantara Jilid 3 – Ivan Taniputera
Sejarah Nusantara tidak berhenti di Majapahit. Setelah kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha meredup, lahirlah babak baru: kerajaan-kerajaan Islam yang kemudian memberi warna besar pada peradaban kepulauan ini. Ensiklopedi Kerajaan-Kerajaan Nusantara: Hikayat dan Sejarah Jilid 3 karya Ivan Taniputera menelusuri perjalanan kerajaan-kerajaan Islam dari pesisir Aceh hingga kepulauan Maluku, dari Samudra Pasai hingga Mataram Islam.
Buku ini memadukan fakta sejarah dengan hikayat penuh warna: tentang sultan yang gagah berani menentang kolonial, ulama yang menyebarkan Islam lewat dakwah dan budaya, hingga tradisi kerajaan yang masih kita saksikan dalam upacara adat hari ini. Membacanya seperti duduk di tepi api unggun, mendengarkan kisah panjang tentang raja, wali, dan rakyat yang berjuang menjaga martabat Nusantara.
![]() |
| Ensiklopedi Kerajaan-Kerajaan Nusantara 3 |
Isi dan Hal-Hal Menarik Tiap Bab
1. Samudra Pasai – Gerbang Islam Nusantara
Kerajaan Islam pertama di Nusantara, tempat di mana para pedagang Arab dan India menanamkan pengaruh. Menariknya, mata uang emas Pasai pernah jadi standar perdagangan internasional.
2. Aceh Darussalam – Serambi Mekkah
Aceh muncul sebagai kerajaan kuat yang tak hanya religius, tetapi juga politik dan militer. Kisah Sultan Iskandar Muda jadi sorotan: ia membawa Aceh ke puncak kejayaan sekaligus jadi musuh besar Portugis.
3. Demak – Islam di Tanah Jawa
Kerajaan Demak lahir dari runtuhnya Majapahit. Dikenal dengan peran Wali Songo, Demak menegaskan bahwa dakwah Islam bisa sejalan dengan kekuasaan politik.
4. Mataram Islam – Antara Sultan dan Kolonial
Sultan Agung jadi figur sentral. Perang melawan VOC, pembangunan budaya Jawa Islam, serta ambisi menyatukan pulau Jawa menjadikan bab ini penuh drama sejarah.
5. Kesultanan di Kalimantan
Dari Banjar hingga Pontianak, kesultanan-kesultanan Kalimantan memperlihatkan peran penting Islam sebagai perekat perdagangan dan hubungan antardaerah.
6. Sulawesi – Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur
Sultan Hasanuddin dari Gowa-Tallo dikenal gagah berani melawan VOC. Bab ini penuh kisah heroik tentang perlawanan sengit rakyat Sulawesi melawan kolonialisme.
7. Maluku – Rempah, Perang, dan Diplomasi
Ternate dan Tidore menjadi poros penting karena rempah-rempah. Perebutan pengaruh antara bangsa Eropa dan kesultanan lokal memperlihatkan bagaimana Nusantara menjadi panggung global.
8. Hikayat, Ulama, dan Budaya Islam
Bab ini menekankan jejak budaya: masjid kuno, naskah Islam klasik, hikayat raja, dan tradisi upacara kerajaan yang masih dilestarikan hingga kini.
