Atlantis Nusantara
Buku ini adalah jawaban lokal atas mitos kuno: “Apa jadinya kalau Atlantis bukan ada di Atlantik, tapi di Nusantara?” Ahmad Y. Samantho (bekerja sama dengan Oman Abdurahman) mengumpulkan hipotesis dari teori-teori seperti Arysio Santos dan Stephen Oppenheimer, memadukannya dengan temuan lokal—seperti Gunung Padang, Piramida Jawa Barat, situs Batujaya, Pasemah, hingga relief Candi Penataran—untuk membentuk narasi bahwa Indonesia adalah pusat peradaban kuno termaju di dunia.
![]() |
| Atlantis Nusantara |
Bab 1–5: Atlantis Versi Sunda
Anda dibawa berkeliling geologi Sunda purba—Sunda Land—dan dijelaskan bagaimana letusan Toba dan perubahan tektonik menyembunyikan Atlantis Nusantara. Semuanya disampaikan seolah-olah “rumah lama ditemukan kembali”, sementara bukti ilmiahnya lebih mirip foto blur di internet percaya atau tidak, terserah pembaca.
Bab 6–10: Situs Megalit dan “Piramida Jawa”
Samantho mengklaim Gunung Padang dan bukit-bukit megah di Jawa Barat itu sebenarnya piramida raksasa, lebih besar dari piramida Mesir. Seolah menyaksikan penduduk ramai-ramai ke kaki Gunung Padang sambil bilang: “Lho, ini piramida beneran ya?”
Bab 11–15: Mitos Lokal & Spiritualitas
Di sini, mitos seperti Lemuria dan cerita 'tanah hilang' Bali serta Pagar Alam dikaitkan sebagai ingatan kolektif Atlantis. Kalau didramatisir: seolah nenek moyang kita kompak bilang ke kita: “Eh, itu kampung nenek moyangmu tuh, cuma aja udah tenggelam.”
Bab Penutup: Nasionalisme vs Akademis
Samantho mengajak bangsa Indonesia “bangga” karena berdiri di atas tanah suci peradaban tertua. Kalau saja ditambahkan: “Dan kalau kau tidak setuju, berarti kau membenci bangsamu,” mungkin kecap nasionalisnya makin pekat tapi, sebagian akademisi masih geleng kepala skeptis.
